Minggu, 31 Mei 2020

Representasi Instrumen Perasaan Dalam Kehidupan



Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)

Manusia lahir ke dunia dengan membawa banyak bekal, bekal tersebut bisa berupa unsur fisik dan non fisik. Untuk yang berkaitan dengan fisik tentunya manusia dapat melihat organ tubuh sendiri yang terdapat tangan, kaki, kepala, dan bagian fisik lainnya. Sedangkan untuk non fisik ada akal pikiran, suara, maupun perasaan. Tuhan telah menyediakan seluruhnya untuk menunjang kebutuhan hidup manusia. Sejatinya, itu semua bertujuan untuk membantu manusia menjalani dinamika kehidupan.
Berbicara tentang perasaan, perasaan identik dengan kata emosi. Pada umumnya dapat disifatkan sebagai keadaan kejiwaan yang ada pada individu atau organisme pada suatu waktu sebagai akibat adanya peristiwa atau persepsi yang dialaminya. Menurut salah seorang tokoh barat Chaplin (1972) perasaan adalah state individu sebagai akibat dari stimulus baik eksternal maupun internal.
Secara umum perasaan berkaitan dengan persepsi, dan merupakan reaksi terhadap stimulus yang mempengaruhinya. Acapkali dikatakan bahwa perasaan bersifat subjektif apabila dibandingkan dengan peristiwa psikis yang lain. Seseorang mengalami gejala perasaan seperti sedih, senang, marah, takut setelah melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu lewat proses penginderaan.
Terdapat tiga jenis golongan perasaan. Pertama, ada perasaan presens yaitu perasaan yang timbul pada waktu sekarang (saat ini), nyata sedang dihadapi, dan situasi aktual. Kedua, perasaan yang menjangkau maju, yang merupakan dalam interpretasi dari situasi atau kejadian yang akan datang, masih berbentuk khayalan atau pengharapan. Ketiga, perasaan yang berkaitan dengan waktu yang telah terjadi di masa lampau yaitu perasaan yang timbul dengan melihat kembali kejadian yang telah terjadi di masa lampau. Sembari membayangkan kembali segala situasi di masa lalu.
Perasaan seringkali dikaitkan dengan hal yang berkaitan dengan masa lalu, seperti seorang yang merasa sedih atau membayangkan hal lainnya ketika menarik kisah yang pernah terjadi, bahasa sederhana yang sering digunakan adalah flashback. Sebab dengan mengingat kembali ke belakang manusia bisa mengambil pelajaran terbaik dari perjalanannya. Kata seorang filosof guru terbaik berasal dari pengalaman. Maka tidak heran manusia sangat menikmati fantasi masa lalunya. Peran perasaan mempengaruhi kehidupan manusia. Baik masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.  
Instrumen perasaan cukup sensitif di dalam kehidupan nyata. Seringkali kita membawa instrumen ini dalam menghadapi situasi atau persoalan dinamika kehidupan. Kehidupan sosial yang manusia perankan tak luput dari kontribusi emosi dan mood. Perasaan menyajikan kondisi jiwa agar membuat hidup lebih berwarna.
Kata seorang sastrawan, Manusia hidup di dunia sastra, menjalankan lakonnya pada panggung sandiwara. Panjang dan pelik perjalanan hidup berjalan beriringan dengan suatu yang dirasakan manusia (mood), dengan dianugerahkan panca indra manusia dapat merasakan segala hal dalam hidup. Seyogyanya dengan anugerah yang telah diberikan individu bisa mengambil pesan berharga dari sifat perasaan. Seperti bisa menjaga perasaan atau hati orang lain, dengan tidak menyakiti atau menyinggung orang tersebut.
Perasaan berlebih yang muncul harus bisa dikontrol agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bijak dalam menjaga hati dan mengontrol penggunaan panca indra bertujuan agar individu dapat hidup harmonis dengan individu ataupun kelompok masyarakat lainnya. Kerukunan akan tercapai bilamana manusia bisa saling menjaga perasaan, dengan begitu akan meminimalisir perselisihan dan konflik.
Ada stigma yang berlaku di masyarakat, tentang anggapan negatif dari mengandalkan perasaan berlebih. Instrumen perasaan yang tak terkendali biasanya di anggap buruk bagi kepribadian. Karakter yang muncul pun tidak mencerminkan individu yang baik. Stigma tersebut bisa berupa temperamen (mudah marah), cemburu, iri atau dengki terhadap orang yang dianggap memiliki kelebihan, egosektoral, mudah tersinggung, hingga mudah menangis (cengeng). Seseorang yang memperlakukan dan diperlakukan seperti hal diatas sering mendapat pandangan buruk di masyarakat.
Konstruksi pola perilaku yang baik harus menghindari sifat buruk perasaan seperti diatas. Apalagi jika perasaan mempengaruhi tindakan dan perbuatan seseorang menjadi negatif atau buruk. Hal-hal tersebut merupakan semacam tatanan nilai atau norma yang berlaku di masyarakat setempat. Para dewasa melatih dan mendidik anak-anaknya sebagai generasi penerus untuk mencegah perasaan berlebih dalam menjalani kehidupan sosialnya. Kepribadian yang dianggap buruk tersebut biasanya dijadikan contoh sebagai pedoman agar tidak ditiru oleh anak-anaknya.

Sabtu, 16 Mei 2020

Revitalisasi Semangat Literasi di Tengah Pandemi




Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)

Kata literasi identik dengan membaca dan menulis. Literasi erat kaitannya dengan dunia pendidikan, Menurut National Institute for Literacy, definisi dari literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperluhkan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Definisi tersebut memaknai literasi sebagai keterampilan seseorang dalam hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Penting bagi setiap orang menguasai suatu bidang atau aspek, untuk bisa mencapai hal tersebut membutuhkan kemampuan, kemampuan yang dapat diperoleh dengan meningkatkan budaya literasi. Dengan rajin membaca manusia dapat menambah wawasan dan memperluas ilmu pengetahuan serta membuat pembaca semakin kritis terhadap dinamika pengetahuan baru. Hobi membaca mampu mengantarkan manusia ke kehidupan yang lebih baik.

Minat masyarakat Indonesia terhadap dunia literasi bisa dikatakan cukup buruk, terbukti dengan perolehan data dari survey yang di lakukan PISA bahwa angka literasi Indonesia dalam posisi yang mengkhawatirkan. Dengan menduduki peringkat 64 dari 65 Negara, juga dalam penelitian yang sama, pada bidang membaca Indonesia menempatkan peringkat 57. Kemudian ada pula data dari hasil penelitian Perpusnas tahun 2017 mengenai rendahnya budaya literasi di Indonesia dengan angka 36,48 persen data yang tersaji, diperburuk oleh rata-rata frekuensi membaca masyarakat Indonesia 3-4 kali per minggu dan interval waktu membaca hanya 30-59 menit dengan jumlah konsumsi buku yang ditamatkan per tahun sebanyak 5-9 buku. Berangkat dari data tersebut, jelas dapat disimpulkan bahwa kegemaran akan dunia literasi di Indonesia sangat rendah, masyarakat tidak terlalu suka membaca.

Pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, banyak dari kita yang akhirnya menjalankan segala aktivitas di rumah. Rutinitas yang biasa dilakukan di luar berubah menjadi rutinitas di media online, seperti kerja, sekolah, rapat, bahkan konser musik melalui daring. Tatkala keadaan yang memaksa masyarakat Indonesia mengalami perubahan sosial. Perubahan sosial yang terjadi di luar kehendak manusia. Perubahan-perubahan yang terjadi merambah pada pola-pola perilaku, norma-norma sosial, interaksi sosial, bahkan lapisan dalam masyarakat. Hampir segala sektor kehidupan merasakan dampak pandemi. Mulai dari mata pencaharian, pendidikan, pariwisata, ekonomi, dsb. Semua sektor tersebut menyelenggarakan dinamika aktivitas di dalam media online, daring (dalam jaringan). Banyak terdapat hambatan yang cukup menyulitkan, salah satunya kendala sinyal jaringan yang tidak mendukung jalannya aktivitas online tersebut. Selain itu, perangkat media yang belum mampu melengkapi kebutuhan aktivitas online secara sempurna. Efektifitas dalam bekerja atau belajar dari rumah selama pandemi sangat buruk.  Banyak yang mengeluhkan kurang menunjangnya aplikasi-aplikasi online yang tersedia.

Dengan adanya pandemi covid-19 yang tengah melanda membuat masyarakat jenuh, adapula yang merasa bosan dan suntuk ketika harus melihat handphone atau laptop secara terus menerus untuk melakukan rutinitas harian via online. Kebanyakan orang menginginkan untuk dapat hidup normal kembali, tidak merasa takut dan waspada berlebih. Bagi masyarakat yang merasa jenuh dapat memulai untuk meningkatkan literasi, baik dengan membaca atau menulis. Solusi tersebut sudah banyak diterapkan. Karena dinilai mampu mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Dampaknya membuat sebuah gerakan revitalisasi semangat literasi di kala pandemi. Oleh sebab itu, pandemi memiliki manfaat selain bisa lebih erat dengan keluarga terdekat, juga dapat meningkatkan semangat literasi masyarakat Indonesia.

Literasi di tengah pandemi diharapkan mampu membuat individu mengembangkan potensi dan skill yang dimiliki serta menambah wawasan, esensinya untuk kesempurnaan dalam menjalani dan mencapai tujuan hidup. Namun seperti yang sudah tersaji diatas, minat masyarakat Indonesia untuk membaca masih rendah. Faktor pendorong yang begitu besar yakni rasa malas. Kebanyakan dari kita beranggapan membaca teks yang terlalu panjang cukup membosankan. Kemudian ditambah dengan banyaknya individu yang lebih senang membaca buku atau tulisan yang ada gambarnya. Hal seperti itu perlu dievaluasi. Kita harus merekonstruksikan kembali budaya literasi. Di sisi lain ada berita baik yang datang yaitu budaya literasi kian berkembang. Hal tersebut merupakan dampak adanya pandemi yang menciptakan kebiasaan membaca dapat intensifkan dan menjadi budaya.

Dengan membangun budaya membaca teks atau buku kegemaran yang menyenangkan. Seperti novel atau majalah, semakin lama kita membaca akan semakin dalam untuk kita mencari tahu dan kritis akan hal lain, yang nantinya membuat kita lebih tertarik mengkonsumsi bacaan yang lebih berat. Konsumsi bacaan dengan rutin akan membantu kita menguasai perbendaraan kata, mudah mendefinisikan teks yang memiliki makna tinggi, hingga menjadi pribadi yang selalu kritis dalam menerima pengetahuan atau wawasan baru. Penalaran yang baik akan membuat diri menjadi lebih bijak dan dewasa dalam menghadapi situasi atau kondisi tersulit. Perlahan tapi pasti peningkatan dalam dunia literasi akan dapat tercapai. Proses tersebut perlu dilatih pada setiap individu. Jangan sampai rasa malas membaca terus mendarah daging. Oleh sebab itu, kesadaran membaca perlu di revitalisasi kembali.

Memupuk kesadaran untuk terciptanya semangat dalam ber-literasi butuh proses dan pengalaman. Proses yang dimaksud adalah waktu seseorang untuk dapat fokus dan hobi membaca atau menulis, sedangkan pengalaman adalah ketika seseorang merasakan atau sadar akan pentingnya literasi. Lingkungan yang berperan membentuk kesadaran, dengan di bantu oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri. Percikan semangat dari diri sendiri mampu membakar gelora semangat literasi. Potensi yang ada harus di maksimalkan dengan baik.

Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin minat baca dan tulis di negara Indonesia akan meningkat drastis. Menulis dan membaca di saat kondisi memaksa kita di rumah dapat menjadi aktivitas menarik dan efektif. Kegiatan positif tersebut di hasilkan dari dampak negatif wabah penyakit. Secara garis besar segala kegiatan positif pasti bermanfaat dan membuat hidup kembali bergairah serta optimisme selalu membara. Apalagi dengan giat literasi mampu berkontribusi menekan angka penyebaran pandemi covid-19. Turut sukseskan program social distancing mapun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dibuat pemerintah. Peluang untuk menciptakan hidup harmonis dan indah dengan di rumah dapat berjalan optimal. Semoga semangat dalam literasi tidak hanya diterapkan selama pandemi covid-19, tetapi bisa terus digiatkan seterusnya. Dengan membaca dan menulis dapat mengembangkan pola pikir dan memperluas cakrawala pengetahuan, Pengetahuan yang luas membuat pribadi menjadi lebih bijak serta mampu subjektif dalam menerima perspektif dan opini yang beragam.


Alam dan Budaya Bangsa


Alam dan Budaya Bangsa

Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)

Candi Gedong Songo (Arsip Pribadi)

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan potensi sumber daya alam. Kekayaan yang sangat melimpah membuat Indonesia kerap menjadi sasaran destinasi wisata maupun investasi. Indonesia mendapatkan predikat sebagai negara kaya di mata dunia, sebab alam Indonesia bak surga dunia, dengan pesona negeri yang selalu menyediakan keragaman. Selain itu, Indonesia memiliki letak astronomis hingga letak geografis yang berbeda-beda dan sangat luas, menyebabkan beberapa perbedaan karakteristik wilayah yang satu dengan yang lainnya, seperti jenis iklim, cuaca, flora, dan fauna. Sehingga setiap daerah selalu memiliki keunggulan dan poin tambahan yang unik dan beraneka ragam.

Bangsa yang diapit dua benua dan dua samudera ini memiliki julukan tersendiri. Julukan yang sering terucap adalah negeri yang tanahnya subur ditanam tumbuhan apapun akan hidup, juga lautan yang menyimpan banyak kekayaan fauna dan floranya. Hasil ini diperoleh akibat kebiasaan masyarakat yang selalu menjaga ekosistem sejak dahulu. Terbukti hingga saat ini, masih dapat kita menikmati semua kekayaan tersebut. Meskipun kekayaan tersebut semakin menipis dengan adanya eksplorasi sumber daya alam tanpa pelestarian kembali. Akan tetapi masih banyak komunitas dan pegiat alam yang gencar melakukan pelestarian, upaya tersebut berasal dari kesadaran dan kepedulian mereka akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan ekosistemnya.

Anugerah yang Tuhan berikan untuk penduduk dari pulau Sabang sampai Merauke patutnya selalu disyukuri. Negeri ini tidak pernah kekurangan dan kehabisan bahan pangan selain faktor krisis moneter. Segala keanekaragaman hayati yang mampu memenuhi semua kebutuhan makhluk hidup, mulai dari pangan, papan, dan sandang. Oleh karena itu, penting bagi setiap insan manusia nusantara untuk menjaga dan merawat seluruh kekayaan yang dimiliki bangsa ini serta dilarang keras untuk merusaknya dengan melakukan eksploitasi besar-besaran maupun membuat kerusakan. Bagaimana pun seluruh sumber daya alam tersebut mempunyai manfaat dan kegunaan, Di ibaratkan, hanya cukup memiliki tanah, manusia Indonesia sudah dapat bertahan hidup. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menanam atau membuat kolam seperti yang kebanyakan ada di pedesaan.

Kekayaan Budaya, Keramahan Penduduk, Dan Kekayaan Kuliner
Berbicara tentang kekayaan alam Indonesia tak kunjung selesai. Karena negara ini selalu penuh dengan keindahan pesona alamnya. Selain alam, ada beberapa faktor yang mendorong Indonesia menjadi daya tarik warga dunia. Diantaranya kekayaan budaya, keramahan penduduk, hingga kekayaan kulinernya. Ada ribuan suku di Indonesia yang menghasilkan ragam budaya dan kuliner yang menarik serta memiliki keunikannya masing-masing. Setiap budaya dan kuliner mempunyai ciri khas yang membedakan dengan yang lainnya.

Budaya merupakan hasil karya dari sekelompok manusia yang sudah disepakati bersama dan menjadi suatu kebiasaan yang sudah mengikat di masyarakat. Budaya sudah terobjektifikasikan bentuk dan coraknya, yang kemudian di internalisasikan disetiap sendi-sendi kehidupan. Jika membahas budaya, pasti erat kaitannya dengan adat dan tradisi. Corak kebudayaan tiap suka atau kelompok masyarakat di negara kita juga memiliki nilai jual yang masyarakat dari bangsa lain pun ingin memilikinya. Kekayaan budaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang majemuk. Bangsa kita terkenal akan ragam budaya, tapi terkenal juga dengan kurangnya apresiasi terutama dari kalangan remaja. Padahal sejatinya merawat budaya asli bangsa merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa pendahulu atau nenek moyang terdahulu. Dari permasalahan ini seharusnya menjadi tugas rumah kita masing-masing untuk mengenali, mencintai baru kemudian merawat dan melestarikan budaya lokal. Bukan malah bangga dengan budaya asing atau luar.

Miris, ketika masyarakat sendiri sudah meninggalkan budaya lokal, padahal sejatinya budaya kita yang kaya ini banyak yang mengharapkannya. Perlu adanya penanaman dasar cinta tanah air dan budayanya, prioritasnya untuk anak-anak sejak dini sampai remaja. Agar mereka mau mempelajari dan mengaplikasikan budaya lokal pada kehidupan sehari-harinya. Keseimbangan budaya harus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa, boleh sekedar mengetahui tentang budaya luar atau asing. Namun dalam kehidupan sehari-hari perlu menerapkan dan menjalankan budaya sendiri, baik gaya berpakaian, musik dan tarian kesukaan, dsb. Kita patut menjaga produk yang kita punya, jangan sampai di rampas oleh bangsa lain.

Selain kekayaan budaya, keramahan penduduk juga menjadi karakteristik masyarakat pribumi. Negara kita kental akan menjaga adab yang baik. Sikap etika sosial yang menjujung tinggi kesopanan menciptakan keharmonisan di dalam masyarakat. Saling menghormati kepada sesama menjadi bagian dari ciri khas kepribadian masyarakat Indonesia. Kepribadian yang terbentuk sudah lama dan menjadi kebiasaan. Karena nilai toleransi sudah ditanamkan sejak dini oleh para orang tua. Toleransi dalam kehidupan penting dilakukan bila ingin hidup rukun dan teratur, tidak saling mencela dan melakukan dikotomi terhadap budaya lain adalah aspek utama. Kerukunan yang terbangun adalah hasil produk dari penanaman nilai dan norma leluhur kita kepada penerusnya. Sehingga menjadi budaya yang selalu tersematkan untuk masyarakat Indonesia. Harapannya, Indonesia akan terus dikenal sebagai negeri yang memiliki penduduk yang ramah, hangat, dan memiliki toleransi tinggi.

Begitu pun untuk kekayaan kuliner, yang masih menjadi bagian dari hasil karya budaya. Melestarikan dan memasak kuliner khas Indonesia adalah langkah terbaik untuk mengenalkan kepada generasi penerus, masakan kuliner kita kaya akan rempah-rempah serta rasanya dapat di nikmati oleh setiap orang. Bukti kuliner kita terkenal dengan kelezatannya adalah makanan kita terkenal hingga mancanegara, juga tercatat sebagai warisan budaya dunia. Seperti rendang, sate, rawon, dsb. Maka, cukup dengan kita memasak dan mengkonsumsi masakan khas Indonesia sudah membantu melestarikan kuliner bangsa.
  

Rabu, 13 Mei 2020

Konsep Pembangunan Infrastruktur Negara

KONSEP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR NEGARA


Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)

Pembangunan infrastruktur merupakan suatu bagian dari integral pembangunan nasional serta dianggap sebagai komponen roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Konstruksi infrastruktur yang tepat sasaran diharapkan mampu meningkatkan pendapatan negara. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur diyakini sebagai motor penggerak suatu kawasan. Kondisi fasilitas dan layanan infrastruktur bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Akibatnya, banyak pemerintah daerah yang masing-masing berlomba dalam pembangunan infrastruktur. Infrastruktur menjadi objek yang biasa masyarakat konsumsi atau manfaatkan, seperti halnya pandangan dari salah seorang ahli ekonomi Kodatie, beliau menganggap infrastruktur sebagai fasilitas fisik yang mana dibutuhkan publik (masyarakat), tentunya untuk melaksanakan fungsi protokol pemerintahan dalam hal tenaga listrik, transportasi, pemasokan air, pembuangan limbah, serta pelayanan lain dalam rangka memfasilitasi daripada tujuan sosial ekonomi. Selain itu, peran vital dinilai juga menjadi tanggung jawab dari infrastruktur dengan dalih mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Neil S. Grigg juga mengemukakan infrastruktur adalah suatu sistem bersifat fisik yang menyediakan sarana transportasi, pengairan, drainase, gedung bahkan fasilitas publik yang diperluhkan oleh masyarakat untuk bisa memenuhi segala bentuk kebutuhan dasar manusia yang mencakup kebutuhan sosial dan ekonomi. Maka jaringan transportasi dan telekomunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan produktivitas dalam sektor produksi. Mendukung perekonomian dengan melakukan pembangunan untuk memajukan sumber daya alam dan sumber daya manusia harus bersinergi dengan baik. Sektor profesi atau mata pencaharian menjadi salah satu dampak terpenting dengan adanya pembangunan infrastruktur.
Pelbagai upaya kian dilakukan pemerintah untuk menyediakan fasilitas dan layanan infrastruktur yang memadai, sehingga bila sudah terpenuhi akan menunjang kualitas, baik dalam bentuk kerangka regulasi maupun kerangka investasi melalui rehabilitasi dan peningkatan kapasitas fasilitas infrastruktur yang rusak, serta pembangunan yang baru. Pembangunan tidak jauh dari kata perbaikan, peningkatan, dan proses konstruksi yang baru. Kontrol sosial perlu diperhatikan dalam pembangunan berskala besar, karena berisiko terjadi tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Sehingga yang berpern dalam langkah pembangunan tidak hanya pemerintah dan dinas terkait saja, namun seluruh elemen sosial harus turut terlibat dalam upaya pengawasan. Selain itu masyarakat juga berfungsi untuk mendukung langkah kebijakan di tengah pembangunan, tapi tidak menutup saran dan kritik konstruktif terhadap pemerintah, baik pemerintah pusat atau daerah yang tengah melakukan pembangunan. Dukungan dari masyarakat dapat berupa menaati kebijakan pembangunan pemerintah, juga masyarakat wajib meminta biaya ganti rugi bilamana pemerintah memanfaatkan tanah atau wilayah milik masyarakat. Hal tersebut juga sudah termakhtub dalam peraturan perundang-undangan, yang esensinya agar tidak merugikan warga dalam aspek pembangunan. Pemerintah dalam melakukan pembangunan infrastruktur harus melihat manfaat bagi masyarakat. Ada yang harus dapat dikelola oleh masyarakat nantinya, untuk menumbuhkan perekonomian daerah atau negara.
Pembangunan infrastruktur yang merata tengah menjadi fokus dari pemerintah, terutama tentang strategi percepatan pembangunan. Percepatan pembangunan berimplikasi pada kemajuan sektor investasi. Dengan adanya kegiatan investasi membuat dinamika perekonomian semakin hidup. Paling penting dalam percepatan pembangunaan adalah komunikasi dengan warga sekitar, sebab acapkali terjadi percikan konflik antara warga setempat dengan pihak proyek pembangunan, bahkan menyebabkan kekerasan berdarah dan menyebabkan korban jiwa. Faktor pendorong konflik merambah menjadi disintegrasi adalah oknum manipulatif yang memainkan monopoli perjanjian. Baiknya dalam percepatan pembangunan perlu memperhatikan lingkungan sekitar, juga dampak dan akibat pembangunan yang mana hal tersebut harus dipikirkan pada proses perencanaan pembangunan. Kemudian ada faktor yang cukup mempengaruhi yakni alokasi dana. Dalam pembangunan yang sesuai standarisasi melihat kas dana menjadi hal penting. Karena jangan sampai pembangunan mangkrak akibat alokasi dana yang tak sesuai. Perhitungan antara dana dengan proyek pekerjaan dalam mengelola pembangunan harus dipertimbangkan sejak awal. Ketika sudah masuk tahapan pembangunan jangan sampai terhambat oleh persoalan dana. Jika kita melihat beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia banyak sekali kegagalan atau proyek pembangunan yang terpaksa diberhentikan akibat kekosongan dana. Jadi banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur negara.
Keterpaduan perencanaan nasional dan wilayah menjadi target di kala pembangunan pesat diterapkan. Sebenarnya hal ini menuai banyak problematika. Sebab dengan adanya kebijakan nasional mengenai desentralisasi dan otonomi daerah yang sering ditemui dilapangan adalah kurangnya keterpaduan rencana pembangunan transportasi yang terintegrasi lintas sektor dan lintas wilayah. Penetapan kebijakan dan perencanaan transportasi masih bersifat parsial baik sektoral maupun lokalisasi, semisal setiap daerah berkompetisi untuk memiliki bandara internasional pelabuhan ekpor impor sendiri untuk menunjang aktivitas ekonomi masing-masing serta kurang memanfaatkan jaringan transportasi yang ada. Kepentingan daerah dalam pembangunan sarana dan prasarana transportasi masih dominan. Rencana pembangunan infrastruktur juga belum memperhatikan potensi, kebutuhan, dan kemampuan yang dimiliki. Kondisi ini mengakibatkan penyediaan transportasi kurang efisien dan efektif. Hal-hal ini sebenarnya adalah kegagalan dari sistem desentralisasi sendiri yang membuat daya saing antar pemerintah daerah terbujuk oleh kepentingan apresiasi.
Terakhir, masalah yang sering hadir adalah ketidaksesuaian sasaran pembangunan yang menyebabkan tidak dapat digunakan hasil dari pembangunan. Persoalan ini sering terjadi di negara kita. Semisal di lingkup pemerintah daerahnya, baik provinsi, kota-kabupaten, maupun setingkat desa, hasil pembangunan yang mubazir tanpa dapat dimanfaatkan. Biasanya pembangunan seperti ini tidak melihat kepentingan dan kebutuhan warga masyarakat, dengan tujuan dibangun infrastruktur tersebut untuk eksistensi dan sebagai bentuk daya saing terhadap daerah lainnya. Pembangunan tersebut harus dievaluasi total, karena tidak sesuai dengan ekspetasi pembangunan. Semisal di suatu daerah, tujuan awalnya adalah meniru daerah lain yang membangun waduk dengan fungsi rekreasi, edukasi, serta ekonomi, namun karena keterbatasan potensi dan sumber daya manusia yang tidak mendukung pembangunan kearah sana, pembangunan tersebut menjadi gagal tanpa manfaat, hanya karena demi mencari panggung eksistensi dan persaingan. Padahal yang diharapkan dapat bermanfaat untuk warga masyarakat, dengan masyarakat bisa turut mengelola dan berperan dalam menjaga objek pembangunan tersebut, akan tetapi justru malah tidak sesuai harapan dan tidak berfungsi. Fungsionalisasi dalam setiap tahap perencanaan perlu di tinjau. Agar pembangunan infrastuktur yang di awal berupaya untuk membantu masyarakat dengan mendorong kemajuan sumber daya alam maupun sumber daya manusia dapat sesuai hasilnya. Infrastruktur juga diperuntukan untuk seluruh elemen warga masyarakat, maka minimal harus bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan.

Selasa, 12 Mei 2020

Kehidupan Online di Tengah Pandemi


KEHIDUPAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI

Oleh : Abi Priambudi (mahasiswa santuy)


            
Sejak kehadiran pandemi covid-19 di negara Indonesia sudah banyak melumpuhkan pelbagai sektor kehidupan. Secara kompleks banyak terjadi dinamika perubahan di dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di perkotaan yang acapkali menjadi sasaran perubahan sosial. Adapun perubahan-perubahan tersebut tidak dikehendaki oleh masyarakat, akan tetapi masyarakat tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti arahan instruksi dari pemerintah berupa kebijakan tentang larangan berkumpul hingga perubahan rutinitas maupun gaya hidup. Agen yang berperan dalam arus perubahan tentunya di luar harapan dan kehendak orang banyak. Langkah kebijakan pemerintah terlihat dengan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pembatasan sosial merupakan langkah yang masing-masing pemerintah daerah ajukan kepada pemerintah pusat. Salah satu akibat dari PSBB adalah pembatasan di ruang lingkup dunia kerja. Ada pembeda yang menggeser aktivitas normal sehari-hari, semisal yang biasanya masyarakat perkotaan menjalani rutinitas bekerjanya di pabrik atau perkantoran harus berubah dengan bekerja online atau istilah terkenalnya bekerja di rumah saja, bahkan belum lagi banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Dampaknya banyak masyarakat yang memilih pulang ke kampung halaman ataupun alternatif lainnya adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan dan berbisnis online. Bagi para karyawan yang masih bekerja secara daring atau di rumah, mereka memiliki hambatan tersendiri, mulai dari akses sinyal, biaya lebih untuk kuota internet, dan efektifitas yang mempengaruhi kinerja. Melalui kebijakan work from home yang digaungkan oleh pemerintah maupun perusahaan dinilai sebagai upaya preventif dalam pencegahan virus covid-19. Dengan diberlakukannya hal tersebut juga menjadi salah satu bagian dari social distancing.

Perubahan signifikan juga terlihat dengan banyaknya mayarakat yang membuka usaha online guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Sebab kebutuhan-kebutuhan pokok yang kian naik serta pendapatan yang menurun menyebabkan masyarakat harus lebih kreatif dan inovatif dalam mencari pundi-pundi rupiah. Setidaknya ada penghasilan untuk masyarakat bisa bertahan hidup ditengah pandemi. Menariknya masyarakat yang memilih bisnis online lebih sering menggunakan sosial medianya untuk beraktivitas, dengan mempromosikan dagangannya baik makanan maupun barang, akibatnya masyarakat dituntut untuk bisa melatih softskill dalam usaha agar membuat konsumen atau pembeli tertarik. Sebenarnya bisnis online sudah ada sejak lama, karena perkembangan zaman menyebabkan semakin beraneka ragam bentuk dan konsepnya. Promosi bisnis atau dagangan online menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekarang. Meskipun demikian, masyarakat tetap menjalani kehidupan nyatanya dengan produksi barang atau makanan serta melakukan pekerjaan rumah lainnya. Saat kini dunia online cukup berpengaruh terhadap sektor profesi, mata pencaharian. Penggunaan internet merambah jadi kebutuhan urgent, daya kuota dan jaringan sinyal harus terpenuhi bagi setiap orang. Selain membantu pekerjaan sehari-hari, kebutuhan internet serta online di sosial media diperluhkan oleh masyarakat untuk mengisi waktu dan menghilangkan kejenuhan.
      
Di sisi lain tidak hanya sektor pekerjaan atau mata pencaharian saja yang terkena dampaknya. Namun masih banyak sektor lainnya yang terkena imbasnya, sebut saja dunia pendidikan, kehidupan online memaksa siswa maupun mahasiswa belajar seecara online. Terhitung sejak akhir maret, mereka sudah di rumahkan untuk menekan penyebaran dari covid-19. Dengan konsep pembelajaran daring yang diberikan oleh pendidik kepada murid-muridnya memberikan beberapa tanggapan dan kritik. Di ranah perkuliahan, mahasiswa banyak yang mengeluh dengan borosnya kuota yang dipergunakan dan jaringan sinyal internet yang tidak mendukung, bahkan ada yang menganggap perkuliahan menjadi tidak efektif dan membosankan. Konsep kuliah daring ada dua metode, yang pertama menggunakan video conference dan yang kedua dengan chat. Mulai dari website atau aplikasi online maupun WhatsApp. Jika menggunakan website atau aplikasi online ada seperti schoology, google classroom, dan sebagainya. Bagi kebanyakan mahasiswa menganggap perkuliahan dengan menggunakan video conference dinilai lebih efektif dan materi pembelajaran dapat diterima dengan baik. Berbeda dengan chatting, karena terkadang dosen hanya memberi tugas atau membagi materi kepada kelompok yang presentasi tanpa turut memberi pembenaran serta argumen dan tanggapan dari dosen tersebut. Sehingga mahasiswa seolah dituntut untuk diskusi, argumen bebas tanpa memahami substansi materi pembelajaran yang benar. Para mahasiswa mengharapkan konsep perkuliahan yang bermutu dan efektif, agar tidak sia-sia dengan pengeluaran waktu dan juga biaya perkuliahan. Selain perkuliahan yang diterapkan secara online, segala kegiatan kemahasiswaan dan keorganisasian turut merasakan hal yang sama. Kegiatan tersebut dari rapat, diskusi, konsolidasi, seminar, dan kajian online. Akhirnya membuat mahasiswa atau pemuda lebih intens terhadap dunia online di handphone atau laptop masing-masing. Hal tersebut berdampak pada perubahan rutinitas secara online atau daring.

Segala persoalan ini dikhawatirkan dapat mengubah kepribadian hingga perilaku bila dilakukan dengan jangka waktu yang lama. Kehidupan nyata merupakan sebuah realitas sosial yang nyata. Jika ketergantungan terhadap teknologi dan internet tidak dapat dihindari, maka akan tercipta pergeseran makna realitas. Juga akan tercipta realitas-realitas yang tidak berdasarkan realitas sesungguhnya atau dapat disebut realitas tanpa dasar atau referensi. Untuk mencegahnya kesadaran duniawi perlu dikonstruksikan, agar bisa membatasi kehidupan online yang terus menerus. Bisa dengan melakukan pekerjaan rumah atau berbincang dengan kerabat didalam rumah. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir, serta mau sampai kapan aktivitas online kita lakukan. Namun seyogyanya mulai membiasakan diri dengan hal positif serta mulai melakukan kegiatan dengan ikhlas, senang hati akan meminimalisir kejenuhan dan ketergantungan pada kehidupan online.

Kita #1

Kita merupakan cerita yang panjang untuk menjadi kisah.  Juga cinta yang pernah begitu berwarna dalam hidupku.  Mengenalmu adalah kebahagiaa...