Jumat, 03 Juli 2020

KITA DAN KENANGAN #1



Selamat membaca. Jika berkenan silahkan bisa membantu dengan memberikan saran dan kritik konstruktif. Sebab akan sangat berarti bagi kelanjutan karya serta untuk bahan evaluasi penulis ke depannya. Harapannya semoga pembaca suka dan dapat bermanfaat. Tulisan “KITA DAN KENANGAN PART 1” terdiri dari Prolog, Awal untuk sembuh, Melampiaskan, Adaptasi, dan Menyatukan frekuensi kembali.

Prolog
Dahulu sewaktu senja tiba, seringkali kita melepaskan penat dengan berjalan-jalan. Aku yang mengendarai dengan dia dibelakang ku. Masih berbekas pelukan yang hari itu tampak mustahil terlepas. Begini sekiranya penggalan coretan yang tepat untuk kita kala itu,  

Angan menyapu segala ingatan
Tentang sebuah alunan nada yang pernah kamu nyanyikan
Atau tentang suratan kegelisahan
Tatkala pecundang ini luput dari sebuah kegagalan
Seketika kamu hadir dengan kesabaran
Pelbagai cara kamu hiburkan
Hanya untuk manusia yang katamu tampan
Masih ingatkah sore itu ditengah taman
Kita bersua disamping tukang sapu jalan
Mungkin ketika aku ucapkan “sayang”
Sembari kening yang bersih itu ku berikan ciuman
Dengan kamu mengucapkan,
“Tak apa semua tidak hanya tentang kesuksesan”
Lalu mengapa sekarang kamu membuatku terpuruk oleh kenangan.

Awal Untuk Sembuh
(Sudut pandang penulis) Selepas hari itu segalannya terasa menjadi lebih baik. Benar kata salah seorang sastrawan, untuk menyembuhkan sakit (hati) kamu hanya perlu menuliskannya. Tidak perlu bertengkar dengan perasaan. Konflik batin yang kamu ciptakan tidak rumit. Semua hanya butuh memaafkan dan dimaafkan. Apalagi jika kamu sudah berdamai dengan sosok pemicu api konflik tersebut. Pada akhirnya semua hanya meninggalkan kata ‘ikhlas’.
Kamu mengetahui luka yang diberikan oleh salah seorang yang pernah kamu sayang tak akan abadi, sebab sedalam atau sesakit apapun akan bertemu waktunya untuk pulih. Mungkin dengan kamu membiasakan kata ikhlas dalam keseharianmu atau bisa juga dengan menerima dia didalam cerita hidupmu akan sembuh sendirinya. Dengan mengukir dia dalam ruang hati dan ingatan, mungkin bisa membuatmu terluka, akan tetapi itu sudah menjadi sejarah hidup yang tak boleh menyerang atau menyakitimu. Kendalikan kenangan tersebut agar dapat memberikan nuansa indah tersendiri bagi hidupmu. Yang pasti selama kamu menyimpannya dengan baik maka luka tak akan beraksi kembali di imajinasi.
Sembuh itu mudah, selama kamu ingin memulainya. Kamu bisa dapatkan itu jika sudah bersepakat dengan diri sendiri supaya luka tak menyebar kemana-mana. Memulai melakukan aktivitas yang baru dan positif, itu dapat menyenangkan diri sendiri. Terlebih jika ada yang membantu atau mendorongmu melakukan hal baru tersebut. Dukungan orang sekitar untuk sembuh lebih baik daripada hanya terdiam dan menangisi keadaan. Lalu kamu bertanya, cara meredam rasa sakit dimasa lalu tidak akan sembuh jika hanya dengan teori belaka kan. Iya, benar tepat sekali. Cara meredamnya adalah dengan kamu melakukan praktiknya secara langsung. Selain itu, kamu boleh berkegiatan di lapangan yang cenderung bisa membantu kamu mengolah pikiran buruk atas kenangan tersebut. Selagi masih bisa diperbaiki maka kamu harus optimis untuk tetap yakin bahwa rasa sakit akan segera hilang.

Melampiaskan  
Pernah terlintas dibenak bahwa cara terbaik melupakan dengan mencari kembali. Namun, apakah hasil tidak akan berujung sama? Coba pikirkan ulang, jika kamu mendapati kejadian yang sama terulang kembali. Bukankah hasilnya akan semakin menyakitkan. Analogi seperti ini, ekspetasinya berharap sang lubang akan tertutup, tapi justru malah akan memperlebar ukuran lubang tersebut. Lantas perasaan bukan untuk dimainkan bukan. Jika kamu melampiaskannya kepada orang lain dan kamu merasa tidak nyaman atau tidak sesuai ekspetasimu, namun orang yang kamu lampiaskan merasa bahagia dan nyaman bersamamu. Pada akhirnya dia akan merasa kehilanganmu jika kamu tidak membalas perasaannya atau bahkan kamu meninggalkannya. Cukup egois bukan? Coba pikirkan kembali. Jangan sampai yang maksud dan niat mu baik terhadap diri sendiri malah menyebabkan orang lain terugikan dan kecewa,
Kamu meyakinkan bahwa semua bak-baik saja. Demi mendukung pernyataan tersebut, kamu rela membawa embel-embel Teman. Padahal seharusnya kamu paham, teman ada batas yang tak membawa-bawa instrumen perasaan. Pikirmu dia akan tenang dan tak terpengaruh retorika cintamu, itu salah. Yang sesungguhnya terjadi dia tergiring pada obsesinya untuk mendapatkanmu. Silahkan kamu berargumen demikian dengan melawan hati dan perasaanmu. Tapi asal kamu tahu, tidak semua orang terbiasa dengan hubungan yang tiba-tiba datang, intens, lalu hilang begitu saja. Sedangkan kamu masih yakin dia tetap tidak terluka atau normal. Padahal kenyataanya sangat mustahil, jika dia bukan orang yang acuh.
Seyogyanya jangan kamu memberi harapan kepada orang lain, meskipun motif yang kamu lakukan tak seperti yang orang lain tersebut pikirkan. Karena terkadang rasa cinta muncul akibat kenyamanan yang didapat, sehingga apa yang terkadang kita kehendaki demikian akan berbeda hasil dengan realitasnya. Supaya hal tersebut tidak menjadi salah paham, diawal bisa kamu yakinkan bahwa hubungan dekat ini hanya sebatas teman, tidak lebih dan tidak juga kurang. Anggapan mendasar tersebut bisa kamu beritahu ke dia, tapi dengan bahasa atau hal yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaannya. Lebih pantas lagi ketika kamu tidak sering menggoda atau bahasa trennya ‘gombal’ kepadanya.
Memang dengan hadirnya orang baru dapat membuat luka menjadi pulih, namun yang perlu di ingat, acapkali kamu sebagai orang yang tersakiti menjadi terbawa suasana atau meniru kebiasaan orang yang menyakitimu dahulu. Hal tersebut bisa dilampiaskan kepada orang baru di hidupmu. Kondisi ini berada dibawah alam sadarmu. Harapannya kamu dapat dengan bijak mengontrol kondisi yang sedang kamu jalani sekarang, agar tak ada korban baru yang salah tangkap maupun salah menilai perasaanmu padanya.

Adaptasi
Secara pemikiran yang luas, kamu pasti menyadari tak ada yang lebih buruk dari sekedar menjadikan orang lain kelinci percobaan atau pelampiasanmu. Dengan sudut pandang universal membuat kamu menjadi lebih bijak pasca kecewa dan patah hati. Kamu tidak akan mencoba orang lain untuk merasakan sakit yang sama dari kejadian pernah kamu alami. Ada dorongan untuk menjadi lebih kuat dan tegar atas sakit yang kamu rasakan. Terutama bila ada orang baru yang mampu mengisi hari-harimu.
Sosok baru yang mengisi hari-hari barumu sekarang bukan datang tanpa alasan, semua sudah menjadi skenario dari yang maha kuasa. Hingga kamu tak mampu pungkiri pertolongan Tuhan bisa datang darimana saja. Termasuk orang baru entah sebagai calon teman dekat maupun calon pendamping hidup. Yang pasti harapan dari dalam lubuk hatimu dia tidak menjadi mantan-mantan berikutnya. Terkadang sesuatu yang tak masuk akal bisa menjadi bonus kebahagiaanmu, seperti suatu yang tak disangka inilah yang ternyata merupakan hasil terbaik yang Tuhan berikan padamu.
Adaptasi merupakan suatu proses transisi dari posisi yang sebelumnya tersakiti perlahan kembali menemukan titik terang kebahagiaannya kembali. Pikiran dan suasana hati kembali terbuka dan indah. Demikian juga dengan kehidupan yang kembali bergairah. Ada dorongan semangat untuk membuktikan bahwa kamu bisa hidup tanpanya yang pernah menyakiti, dan lebih menjadi orang yang berdikari. Pendirian dan prinsip kian teguh, seperti tak akan patah lagi. Itu adalah titik kebangkitanmu dari segenap rasa sakit akibat kecewa dan patah hati.
Saat ini ada beberapa opsi yang bisa kamu perankan, layaknya menjadi pendengar yang setia atau pembicara yang baik. Kamu sedang menyesuaikan diri dengan sosok baru, jangan mengulang kembali kesedihan yang pernah terjadi. Mencoba mencari celah nyaman padanya. Juga berharap supaya kamu dan dia dapat mengukir kisah yang indah. Luar biasa !! Ada sekelumit cita-cita baru dengan dia. Pasti banyak orang yang ingin mengetahui hubungan barumu tersebut. Tapi tenang, ini baru pendekatan sudah jelas arahnya belum pasti persentase ketercapaiannya. Kamu hanya perlu menjalani dengan ikhlas tanpa perlu menengok kembali ke belakang. Biarlah luka itu tertutup dengan sendirinya. Nantinya jika jodoh kamu akan bahagia tentunya dengan dia sebagai orang baru yang beruntung bisa memenangkan hatimu.  
Hal yang kerap terjadi adalah ketika kamu sedang kecewa, sedih, down, dan sebagainya, kamu terlalu mudah untuk pesimis dan merasa gagal atas semuanya. Tapi tanpa kamu sadari Tuhan sudah memberikan alur yang terbaik untukmu. Dari yang pertama terjatuh, dikecewakan, dan merasa gagal sampai bisa bangkit kembali, didalam setiap masalah atau kesulitan selalu terselubung jalan yang membuka kesuksesan dan menciptakan intuisi senang serta ceriamu. Kesempatan yang harus tetap selalu disyukuri, kendalanya adalah sering kamu terlanjur berduka dalam kesedihan, tanpa mau mencari solusinya.

Menyatukan frekuensi kembali
Proses belajar yaitu dengan saling memahami dan mengenali karakter masing-masing antara kamu dan dia sebagai orang baru dapat mensinkronisasikan emosi. Jika emosi diantara kamu dan dia sudah terbangun akan dipastikan timbul rasa nyaman, baik kamu ataupun dia.  Dari kenyamanan inilah yang akan membuat mudah kehidupan baru bagi kedua calon pasangan. Berkah yang fantastik apalagi jika kamu sudah dapat menjinakan ingatanmu terhadap luka yang diberikan mantan. Bukan persoalan yang rumit berdialektika perasaan jika sudah mencapai tahap tersebut. Untuk mencapai satu frekuensi tidak akan sulit, sebab kamu sedang dalam adaptasi kebiasaan baru kepadanya, begitupun sebalinya.
Kata sebagian besar orang paling indah masa pendekatan, dimana ada dua orang yang baru mengenal dan ingin berjuang untuk menyatukan perasaan, frekuensi, dan tindakan. Saya sebagai penulis sepakat untuk mengatakan ungkapan tersebut benar. Karena kebanyakan dari manusia memiliki penasaran tingkat tinggi kepada hal baru yang dia sukai, mulai dari barang atau orang. Tidak heran jika masa yang dibilang berbunga-bunga tiba saat manusia terjatuh pada pandangan pertama.
            Pada tahap memulai frekuensi kembali dengan orang baru hal yang kamu butuhkan yaitu kesabaran dalam menanti proses, pasrahkan pada waktu mau dibawa kemana hubungan barumu. Yang jelas kamu sudah siapkan diri supaya layak untuk menjalin hubungan kembali, entah akan jodoh atau tidak yang penting jangan mudah memberikan label gagal pada diri sendiri. Terus asah dan percaya diri, karena dengan hal positif yang sedang kamu usahakan itu akan membawa kenyamanan diri sendiri untuk bercakap dan berkomunikasi. Tidak mudah gugup, kehabisan topik pembicaraan, dan diam. Semuanya akan berjalan mengalir.
            Dalam menyatukan frekuensi, diawal kamu boleh coba memahami apa kesukaan dan ketidaksukaan calon pasangan barumu. Tapi sebelum masuk kesana, pastikan kamu benar-benar mengenali karakternya. Sebab dengan paham karakter aslinya, kamu hanya butuh mengetahui apa yang menjadi kegemarannya dan mengetahui batasan kekurangan atau kelebihan antara dia maupun kamu. Agar kalian dapat saling melengkapi dan membantu mengatasi masalah satu sama lain. Memperbaiki diri dibantu dengan pasangan pastinya menjadi lebih mudah. Upaya yang harus dibangun tidaklah sulit, cukup mengalir, pergunakan etika sopan santun, dan juga dengan obrolan ringan yang tentunya dia tak menyadari.
            Sebisa mungkin hindarkan ucapan langsung maupun tidak langsung frontal, lebay kepadanya, karena seringkali kita masih terbawa kebiasaan bergaul dengan yang lama menggunakan bahasa yang sudah sangat lepas alias frontal, hingga kita membiasakan pada orang baru. Itu kurang tepat, jika ingin frontal pastikan dia tidak tersinggung, terbiasa juga, dan lihatlah gaya komunikasi maupun ekspresinya. Tidak semua orang bisa kita sama ratakan dalam bergaul, pintar beradaptasi adalah solusinya, dengan kamu mengenali karakternya pasti akan terhindar dari kesalahpahaman. Mungkin sedikit banyak kamu harus ‘jaga image’, ‘jaga marwah’ kepada orang baru tersebut, sebab penilaian yang paling utama adalah diawal perkenalan dan tahap pendekatan. Berisiko bila kamu tidak bisa menjaga atau mengontrol diri pasca memutuskan menjalani hubungan dekat.
            Urusan komitmen, hal mudah yang terpenting kamu dan dia sama-sama yakin ingin mengenal lebih dalam antara satu sama lain. Selain itu, dalam hubungan apapun konsistensi sangat diperluhkan. Jangan sampai kamu hanya sebatas penasaran diawal, lalu kamu tinggalkan begitu saja. Jika begitu namanya sama saja dengan pelampiasan. Kesalahan dari kebanyakan orang yang gagal memulai hubungan baru adalah masih suka terbawa rasa sakit hati atau kecewa dengan pasangan sehingga ada indikasi meniru yang dilakukan pelaku padanya kepada orang baru seperti yang sudah dijelaskan diparagraf sebelumnya. Juga terlalu nyaman dengan zona pertemanan karena dia belum pernah menjalin hubungan serius dengan orang lain.
Dengan kamu saling melengkapi dan mencoba mengetahui lebih jauh tentang diri calon pasangan barumu akan dengan sendirinya rasa nyaman hadir. Selanjutnya tinggal waktu dan tempat yang mengeksekusi keduanya menjadi hubungan lebih serius. Yang dimaksud waktu dan tempat adalah tingkat seringnya kamu berpergian ataupun menjalin komunikasi jarak jauh (chat) dengannya. Nanti dengan berjalannya waktu skala prioritas antara kamu dan dia juga tercipta. Kamu akan menjadikan dia prioritasmu maupun sebaliknya. Dengan demikian proses penyatuan frekuensi akan berjalan sukses, hal yang perlu diingat adalah tunjukan sisi baikmu terlebih dahulu, dan jaga diri agar terlihat berkelas untuk dia sukai.

Kita #1

Kita merupakan cerita yang panjang untuk menjadi kisah.  Juga cinta yang pernah begitu berwarna dalam hidupku.  Mengenalmu adalah kebahagiaa...