Rabu, 04 November 2020

Skenario Perjalanan


 

Pernahkah merasa keheranan dengan realitas? Seperti ketika banyak hal yang direncanakan tak tercapai, sementara hal yang tak diduga sekalipun kerap terjadi. Terkadang kita tak pernah mengetahui apapun yang terjadi pada kita hingga hari ini. Mungkin bagi sebagian orang hidup ini sangat dinamis, mudah berubah, dan banyak hal yang tidak direncanakan terwujud.

Sekali lagi, mungkin ini wujud dari pemberian Tuhan yang kata banyak orang penuh rahasia. Entahlah, yang pasti saya yakini hingga sekarang bahwa Tuhan Maha Adil. Sehingga ini juga yang menjadi pembelajaran bagi manusia agar tidak mudah berburuk sangka, tetap berpikir positif dan berprasangka baik menjadi esensi pembelajaran mengenai banyaknya rahasia di alam semesta.

Tetapi, saya tak akan berbicara banyak hal terkait wacana dan kajian mengenai ketuhanan dan keagamaan. Sebab saya sendiri masih belajar dan berproses, rasanya belum pantas bercerita ataupun mendeskripsikan segala hal yang berkaitan tentang Tuhan dan agama. Saya bersyukur hingga hari ini dapat menikmati dan mengalami hal-hal diluar keinginan saya.

Seperti misalnya pada cerita saya ini, saya pernah bermimpi dan berangan-angan bagaimana caranya agar bisa berbicara, menjadi teman dekat, bahkan membuat perempuan menyukai saya. Mungkin berbicara perasaan dan relasi antar lawan jenis sangatlah kompleks dan tinggi, melebihi tingginya menara Eiffel. Sebentar, saya ingin bertanya, boleh tidak sih di masa kecil sudah memikirkan hal-hal seperti itu? Ah tak apa rasanya.

Ini sebagai intermezzo saja, saya ini merupakan orang yang sangat minder, pemalu terhadap orang khususnya lawan jenis. Bahkan untuk menatap matanya saja sudah grogi duluan. Jujur saya ini orang yang tak berani menatap mata lawan jenis ketika berbicara, khususnya sewaktu saya masih berada di sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Persoalan masa lalu

Sebagai informasi, saya memiliki pengalaman yang cukup tidak menyenangkan. Bagaimana tidak, saya pernah dijauhi hingga dibully oleh teman-teman khususnya teman perempuan. Sebab fisik dan perilaku saya yang penyendiri, pemalu, dan grogi-an, juga hal ini yang selalu menyadarkan saya bahwa menjadi terendah sangatlah menyakitkan.

Hingga kemudian saya mulai kembali memantik spirit dan merangkai kepercayaan diri. Selain itu, berbicara soal bullying, sangatlah bohong rasanya jika tidak berbekas dan menjadi rasa sakit dikemudian hari. Dari sakit itu yang biasanya menghantarkan kita pada motivasi baru. Saya harap siapapun yang masih membiasakan diri dengan budaya tersebut kepada sesamanya, segera ya menyadari karena jelas hukum alam itu nyata.

Mungkin pengalaman sebagai korban bullying ini juga yang turut banyak mengubah cara pandang dan perilaku saya dalam bersosialisasi dengan orang lain. Kendati demikian, saya mengakui bahwa saya sangatlah dinamis dalam sikap dan pola pikir. Berangkat dari pengalaman tersebut menjadikan saya sebagai pribadi yang egois, dan cenderung ambisius.

Terlepas dari bully secara pribadi, kita menyadari cukup berat untuk bangkit dan kembali meyakini diri supaya mampu di kala orang menertawakan, juga membuktikan bahwa yang mereka timpali itu salah. Secara umum mampu lepas dari belenggu sakit tersebut juga butuh waktu dan proses, melupakan hal yang menyakitkan bukan perkara mudah.

Besar kemungkinan, sebagian orang yang pernah menjadi korban bully akan menjadikan rasa sakit itu sebagai bara penyemangat dan pembuktian pada kehidupan sehari-harinya kelak. Iya memang betul, hal itu terjadi, termasuk dalam proses membangun kembali kepercayaan diri. Dari posisi terendah kembali bangkit dengan menerima rasa sakit itu.

Termasuk saya dalam upaya mengembalikan semangat dan motivasi diri, khususnya mimpi kecil tersebut. Dengan bekal sakit tersebut saya hampir tak memiliki asa untuk dapat mewujudkannya. Namun dunia berkata lain, perlahan saya menyadari jika terus menjadi seorang pecundang dengan minder dan grogi terhadap lawan jenis, apakah bisa saya mewujudkan harapan lainnya kedepan.

Sebab ini bukan perkara suka dan menaruh perasaan dengan lawan jenis saja, melainkan relasi atau hubungan yang menghantarkan kita pada kehidupan sosial. Tentunya seraya saya merangkai motivasi, serta doa yang turut menyertai. Meskipun masih terganjal rasa sakit di masa lalu, tetapi saya masih berusaha beradaptasi dengan memulai langkah baru.

Pelajaran terbaik dari perjalanan

Tanpa saya sadari, dalam perjalanan ini banyak hal-hal diluar rencana terwujud. Dalam hati, ini sudah melebihi ekspetasi, tatkala segala menjadi lebih baik. Kala itu, memang saya berusaha untuk bisa berkenalan dengan perempuan dan menjadi teman akrabnya, namun tidak kepikiran bisa sampai pada hubungan spesial.

Pada waktu berikutnya, saya merasa bersyukur dapat menjalin hubungan khusus atau biasa disebut dengan pacaran. Ini sebagai bukti nyata, beragam hal dapat tercapai, tanpa kita sadari.  Jika saya mengingat kembali, mungkin saja Tuhan telah menunjukan kuasanya dengan memberi saya kesempatan dalam wujud mimpi yang bagi saya telah mustahil tapi kenyataannya berhasil. Memang disisi lain saya berusaha lepas dari belenggu pahit masa lalu, namun di lain sisi Tuhan yang memuluskan langkahnya semakin lebih indah.

Atau mungkin juga ini adalah bagian dari skenario terbaiknya untuk saya, yang baru menginjak usia sekian dapat diberi kepercayaan diri, dan berani berinteraksi dengan perempuan. Entahlah, yang pasti dari cerita ini saya dapat mengambil pelajaran bahwa sesuatu hal yang kita anggap baik, belum tentu baik bagi Tuhan. Apa yang kita kehendaki hari ini harus terjadi, belum tentu baik waktunya menurut Tuhan, bisa jadi Tuhan telah menyiapkan skenario waktu yang lebih baik untuk kita.

Cerita ini menjadi representasi dari kalimat, “semua akan indah pada waktunya”. Dengan demikian, tak pantas rasanya untuk kita berprasangka buruk. Memang terkadang pikiran negatif atau biasa disebut dengan over thinking kerap mewarnai asumsi kita, namun tentunya dibalik itu semua ada pelajaran terbaik yang bisa kita tafsirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kita #1

Kita merupakan cerita yang panjang untuk menjadi kisah.  Juga cinta yang pernah begitu berwarna dalam hidupku.  Mengenalmu adalah kebahagiaa...