KEHIDUPAN ONLINE DI TENGAH
PANDEMI
Oleh : Abi Priambudi (mahasiswa
santuy)
Sejak
kehadiran pandemi covid-19 di negara Indonesia sudah banyak melumpuhkan
pelbagai sektor kehidupan. Secara kompleks banyak terjadi dinamika perubahan di
dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di perkotaan yang acapkali menjadi
sasaran perubahan sosial. Adapun perubahan-perubahan tersebut tidak dikehendaki
oleh masyarakat, akan tetapi masyarakat tidak bisa berbuat banyak selain
mengikuti arahan instruksi dari pemerintah berupa kebijakan tentang larangan
berkumpul hingga perubahan rutinitas maupun gaya hidup. Agen yang berperan
dalam arus perubahan tentunya di luar harapan dan kehendak orang banyak.
Langkah kebijakan pemerintah terlihat dengan diberlakukan pembatasan sosial
berskala besar (PSBB). Pembatasan sosial merupakan langkah yang masing-masing
pemerintah daerah ajukan kepada pemerintah pusat. Salah satu akibat dari PSBB
adalah pembatasan di ruang lingkup dunia kerja. Ada pembeda yang menggeser aktivitas
normal sehari-hari, semisal yang biasanya masyarakat perkotaan menjalani
rutinitas bekerjanya di pabrik atau perkantoran harus berubah dengan bekerja
online atau istilah terkenalnya bekerja di rumah saja, bahkan belum lagi banyak
perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Dampaknya banyak masyarakat yang memilih pulang ke kampung halaman ataupun
alternatif lainnya adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan dan berbisnis
online. Bagi para karyawan yang masih bekerja secara daring atau di rumah,
mereka memiliki hambatan tersendiri, mulai dari akses sinyal, biaya lebih untuk
kuota internet, dan efektifitas yang mempengaruhi kinerja. Melalui kebijakan
work from home yang digaungkan oleh pemerintah maupun perusahaan dinilai
sebagai upaya preventif dalam pencegahan virus covid-19. Dengan diberlakukannya
hal tersebut juga menjadi salah satu bagian dari social distancing.
Perubahan
signifikan juga terlihat dengan banyaknya mayarakat yang membuka usaha online
guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Sebab kebutuhan-kebutuhan pokok yang kian
naik serta pendapatan yang menurun menyebabkan masyarakat harus lebih kreatif
dan inovatif dalam mencari pundi-pundi rupiah. Setidaknya ada penghasilan untuk
masyarakat bisa bertahan hidup ditengah pandemi. Menariknya masyarakat yang
memilih bisnis online lebih sering menggunakan sosial medianya untuk beraktivitas,
dengan mempromosikan dagangannya baik makanan maupun barang, akibatnya
masyarakat dituntut untuk bisa melatih softskill dalam usaha agar membuat konsumen
atau pembeli tertarik. Sebenarnya bisnis online sudah ada sejak lama, karena
perkembangan zaman menyebabkan semakin beraneka ragam bentuk dan konsepnya.
Promosi bisnis atau dagangan online menjadi bagian dari kehidupan masyarakat
sekarang. Meskipun demikian, masyarakat tetap menjalani kehidupan nyatanya
dengan produksi barang atau makanan serta melakukan pekerjaan rumah lainnya.
Saat kini dunia online cukup berpengaruh terhadap sektor profesi, mata
pencaharian. Penggunaan internet merambah jadi kebutuhan urgent, daya kuota dan
jaringan sinyal harus terpenuhi bagi setiap orang. Selain membantu pekerjaan
sehari-hari, kebutuhan internet serta online di sosial media diperluhkan oleh
masyarakat untuk mengisi waktu dan menghilangkan kejenuhan.
Di sisi
lain tidak hanya sektor pekerjaan atau mata pencaharian saja yang terkena
dampaknya. Namun masih banyak sektor lainnya yang terkena imbasnya, sebut saja
dunia pendidikan, kehidupan online memaksa siswa maupun mahasiswa belajar
seecara online. Terhitung sejak akhir maret, mereka sudah di rumahkan untuk
menekan penyebaran dari covid-19. Dengan konsep pembelajaran daring yang
diberikan oleh pendidik kepada murid-muridnya memberikan beberapa tanggapan dan
kritik. Di ranah perkuliahan, mahasiswa banyak yang mengeluh dengan borosnya
kuota yang dipergunakan dan jaringan sinyal internet yang tidak mendukung,
bahkan ada yang menganggap perkuliahan menjadi tidak efektif dan membosankan.
Konsep kuliah daring ada dua metode, yang pertama menggunakan video conference dan
yang kedua dengan chat. Mulai dari website atau aplikasi online maupun
WhatsApp. Jika menggunakan website atau aplikasi online ada seperti schoology,
google classroom, dan sebagainya. Bagi kebanyakan mahasiswa menganggap
perkuliahan dengan menggunakan video conference dinilai lebih efektif dan
materi pembelajaran dapat diterima dengan baik. Berbeda dengan chatting, karena
terkadang dosen hanya memberi tugas atau membagi materi kepada kelompok yang
presentasi tanpa turut memberi pembenaran serta argumen dan tanggapan dari
dosen tersebut. Sehingga mahasiswa seolah dituntut untuk diskusi, argumen bebas
tanpa memahami substansi materi pembelajaran yang benar. Para mahasiswa
mengharapkan konsep perkuliahan yang bermutu dan efektif, agar tidak sia-sia
dengan pengeluaran waktu dan juga biaya perkuliahan. Selain perkuliahan yang
diterapkan secara online, segala kegiatan kemahasiswaan dan keorganisasian
turut merasakan hal yang sama. Kegiatan tersebut dari rapat, diskusi,
konsolidasi, seminar, dan kajian online. Akhirnya membuat mahasiswa atau pemuda
lebih intens terhadap dunia online di handphone atau laptop masing-masing. Hal
tersebut berdampak pada perubahan rutinitas secara online atau daring.
Segala
persoalan ini dikhawatirkan dapat mengubah kepribadian hingga perilaku bila
dilakukan dengan jangka waktu yang lama. Kehidupan nyata merupakan sebuah
realitas sosial yang nyata. Jika ketergantungan terhadap teknologi dan internet
tidak dapat dihindari, maka akan tercipta pergeseran makna realitas. Juga akan
tercipta realitas-realitas yang tidak berdasarkan realitas sesungguhnya atau
dapat disebut realitas tanpa dasar atau referensi. Untuk mencegahnya kesadaran
duniawi perlu dikonstruksikan, agar bisa membatasi kehidupan online yang terus
menerus. Bisa dengan melakukan pekerjaan rumah atau berbincang dengan kerabat
didalam rumah. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir, serta mau
sampai kapan aktivitas online kita lakukan. Namun seyogyanya mulai membiasakan
diri dengan hal positif serta mulai melakukan kegiatan dengan ikhlas, senang
hati akan meminimalisir kejenuhan dan ketergantungan pada kehidupan online.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar