Kamis, 30 April 2020

Kota Sejuta Pesona

 KOTA SEJUTA PESONA
Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)

Tatkala belum bisa mengunjungi suatu kota atau daerah yang pernah saya singgah, saya terbiasa dengan mengintepretasikan sebuah kota tersebut melalui tulisan, hal tersebut dapat mendorong saya untuk merefleksikan diri sendiri. Lebih dari itu, juga menjadi salah satu alasan dari rasa syukur terhadap pesona dan daya tariknya yang disuguhkan kepada saya. Sebelumnya, Saya adalah pemuda dengan usia diatas 20 tahun, dengan status sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu kampus perguruan tinggi negeri di kota yang saya sebut dengan Kota Sejuta Pesona.

Ketika mendengar istilah pesona pasti yang terbayang di benak adalah estetika, cantik, terdapat daya tarik. Maka bila sebuah kota di identifikasi dengan kata ‘pesona’ artinya suatu wilayah yang memiliki mahakarya, ditambah dengan satuan ‘sejuta’. Begitu besar daya tarik dari kota tersebut. Seperti sebuah magnet yang memiliki gaya tarik menarik ketika berada pada kutub yang berbeda atau berlawanan. Langsung saja saya persembahkan istilah ‘kota sejuta pesona’ dengan nama ibukota di wilayah Jawa Tengah yakni Kota Semarang.


Malam yang penuh historis, candu makna yang terkias.

Banyak dari mereka yang mengatakan, “Apa yang ada di Semarang ?, Apa yang membuat Semarang terdengar istimewa ?.” Saya katakan, "Coba saja anda kunjungi". Alangkah terkejutnya pasti. Pertama anda tiba, silahkan lihatlah sekeliling, saya berikan jaminan bahwa anda akan merasa betah dan nyaman disini. Konsep keistimewaan yang sederhana seringkali mampu memberikan potret kesan yang abadi. 

Ketika Anda Tiba
Menginjakan Kaki Sebagai Momen Perdana
Pertama Kelopak Membuka Mata
Menatap Seluruh Penjuru Kota
Sembari Indera Memenuhi Intuisi Rasa
Jangan Bilang Anda Tertegu Derita
Sebab Keceriaan Dan Penasaran Akan Menyapa
Merambah Kesan Pesona Pada Pandangan Pertama
Suatu Romantisme Beragam Warna
Dengan Corak Plural Kota Se-isinya
Namun Tatkkala Mereka Sibuk Berdinamika
Anda Memotret Pengalaman Dengan Ceria
Suguhan Menarik Siap Menjatuhkan Diri Anda
Bak Terdampar Ke Dunia Surga
Yang Acapkali Tergiur Pesona
Atmosfer Toleransi Yang Begitu Kental  Adanya
Anda Bisu Tidak Mampu Tuk Mendeskripsikan Rasa
Sebuah Mahakarya Terbaik Dari Sang Pencipta
  
Coretan diatas merupakan sedikit intepretasi dari rasa bersyukur saya bisa menetap dan menjadi bagian dari Kota ini. Kota tersebut juga menjadi kota rantau kedua saya. Tujuan utama datang ke Kota Sejuta Pesona bukan perkara ‘dolan’. Namun untuk mendapat ilmu dari bangku akademis. Melanjutkan pendidikan di kota orang memang bukan pilihan mudah. Perkara belajar berani, mandiri, dewasa adalah tujuan yang termakhtub dalam prinsip hidup. Anda hidup di kota ini sebagai perantau, yang mana urgensinya bukan hanya untuk mendapat hal baru. Namun lebih kearah persoalan mengenai tantangan. Tantangan dari segala hal, anda harus siap menghadapi godaan, kesenangan dan kesulitan, Yang jelas hal tersebut bukan perkara mudah. Butuh mental tangguh pemberani dan pejuang untuk meneruskan cita-cita dan menggapai mimpi. Segala jerih payah, suka dan duka, polemik kehidupan dari yang ringan hingga berat tentu saja menjadi implementasi tanggung jawab dari seorang anak perantau.

Keramahan penduduk akan menyambut setiap pelancong atau perantau yang mencoba menikmati kota Semarang. Kota semarang merupakan Ibukota dari provinsi Jawa Tengah, juga menjadi kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Kota semarang juga terhitung sebagai kota berkembang di pulau Jawa. Sebab terdapat banyak industri, gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, pusat perdagangan di Jawa Tengah yang juga menunjukan eksistensinya sebagai kota berkembang, serta peran strategis kota Semarang sebagai penunjang roda perekonomian nasional. Kemajemukan penduduknya menyebabkan sejak dahulu kota semarang terkenal sebagai kota yang memiliki penduduk menjunjung toleransi. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat beragam etnis, ras, agama di kota Semarang. Bahkan ada komplek pemukiman masyarakat Tionghoa yang notabenenya adalah penduduk non pribumi tapi dapat diterima baik di Semarang. Penduduknya bisa menerapkan nilai-nilai dari Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan baik. Sebab di Kota ini selalu damai dan hidup harmonis antar masyarakatnya, jarang sekali konflik sosial antar kelompok atau golongan. Jika berbicara tentang keragaman budaya. Kota ini memiliki ragam sosial-budaya yang menciptakan entitas baru. Pergolakan budaya juga turut menciptakan akulturasi budaya baru. Contohnya ada di bidang kuliner khas kota Semarang, apalagi jika bukan Lumpia. Lumpia Semarang merupakan kuliner hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Ada transformasi bahan yang sebelumnya berisi daging babi berubah menjadi rebung, daging sapi yang banyak digunakan sekarang. Kemudian ada hasil akuturasi budaya yang cukup unik dan tersusun atas tiga etnis utama, yakni Etnis Jawa, Arab (Timur Tengah), Tionghoa. Ketiga etnis yang juga hidup rukun dan berdampingan di Kota Semarang. Masyarakat Semarang biasa menyebutnya dengan Warak Ngendog. Warak Ngendog digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kepala menyerupai naga dengan empat kaki dan badan yang menyerupai Onta. Ini memberikan gambaran akan peleburan berbagai etnis yang dahulunya merupakan pendatang hingga sekarang menjadi penduduk Semarang. Tidak pernah ada habisnya berbiacara tentang keragaman dan sikap toleransi dari penduduk dan lingkungannya. Banyak hal yang bisa dipetik, tentang sikap menghargai sesama. Seharusnya hal tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang di Semarang, ciri itu yang diharapkan dapat selalu di sematkan untuk Kota Lumpia ini. 

Pelbagai kenangan bisa anda dapatkan di kota ini, termasuk segala dinamika percintaan. Rupa kota yang begitu eksotis mampu menambah romantisme kehidupan anda disini. Segala objek kota akan terekam dengan begitu sempurna oleh salah satu indera vital anda. Bagaimana mungkin suguhan menarik tidak merambah kesan nyaman. Banyak destinasi wisata yang dapat dijadikan tempat pelarian ketika jenuh menganggu. Candu akan segala suguhan alam dari kota ini begitu memikat. Kota yang terkenal dengan ragam corak wisata. Mulai dari pantai, kota ini memiliki beberapa pantai diantaranya, Pantai Marina, Pantai Maron, Pantai Baruna, ataupun kawasan pemukiman Tambak Lorok yang terletak di sebelah Pelabuhan dan pinggir dermaga. Lalu, jika ingin mengetahui spot wisata yang sejuk, tentunya anda dapat mengunjungi Kawasan Bandungan, Sumowono, Gunung Ungaran, dan masih banyak lainnya. Beberapa wisata alam terkenal dan viral yang dapat anda kunjungi ketika berlibur kesini adalah Candi Gedong Songo, Ampel Gading, Perantunan, Bantir Hills, Watu Gunung, Puri Maerokoco, Brown Canyon, Umbul Sidomukti, Goa Tira Mulya, Kebun Teh Medini, Curug Lawe, Curug Benowo dan masih banyak lainnya. Tempat-tempat tersebut masih memiliki akses yang tidak terlalu jauh dari Kota Semarang

 Secuil keharmonisan di kota ini dapat kita lihat dari bukti peninggalan beberapa tempat Ibadah yang terkenal dan beragam. Tempat Ibadah tersebut dapat dijadikan sebagai sarana wisata religi. Beberapa diantaranya yaitu Klenteng Sam Po Kong, Masjid Agung Jawa Tengah, Candi Tugu atau Candi Gedong Songo, Gereja Bleduk, dan Pagoda Buddhagaya. Akulturasi budaya juga tampak pada corak bangunan-bangunan rumah ibadah tersebut, diantaranya yang terdapat di Sam Poo Kong, Masjid Layur di Kawasan Kota Lama, Gereja. Di balik itu semua mengandung unsur historis yang tinggi. Ada daya tarik tersendiri ketika berbicara tentang aspek arkeologis. Jika menilik ke belakang, keberagaman agama di Semarang tak lepas dari peran bangsa asing yang masuk ke Semarang. Para pemuka agama setempat juga sepakat dengan menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai sarana edukasi, ibadah, dan rekreasi. Masyarakat juga tertib dan taat akan norma dan aturan-aturan yang berlaku di komplek bangunan ibadah. Selain sebagai ajang promosi, konsep wisata religi di nilai mampu mendapat keuntungan dan pemasukan yang nantinya akan dikelola oleh pihak terkait.

Selain itu, ketika kita berbicara tentang romansa kenangan akan menjadi multi tafsir. Pada konteks, keragaman penduduk, agama, budaya, wisata alam tadi sudah kita bahas. Tampak kurang dan akan tampak seru, tatkala kita berbincang tentang suasana malam kota ini. Jangan bingung untuk mengunjungi tempat-tempat asik di kota ini pada malam hari. Sebab banyak lokasi yang menyuguhkan daya tarik nya masing-masing. Saya sebutkan beberapa tempat yang wajib para pelancong kunjungi, yaitu ada Kota Lama, sebuah lokasi yang bernuansa barat serta menyuguhkan bangunan-bangunan yang replikanya bercorak peninggalan Belanda. Selanjutnya, terdapat Mawar Camp Area, yang lokasinya berada di kaki Gunung Ungaran, tempat basecamp pendakian, suasana malam yang begitu sejuk disana didukung dengan pernak-pernik lampu kota dikejauhan bak anda di puncak gunung. Kemudian, anda membutuhkan wisata kuliner yang ramai dan penuh keceriaan, di Semarang terdapat beberapa tempat yang dapat menyuguhkan itu yakni, Kawasan Peleburan, Pasar Semawis, Kawasan kuliner di Sepanjang Simpang Lima, Waroeng Kali Garong, maupun Angkringan-angkringan di pinggir Kota. Serta masih banyak lainnya tempat-tempat restoran, cafe, angkringan, burjo, kedai yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. 

Harapannya untuk Kota Semarang yang seorang penulis tafsirkan dengan begitu hebat dan kompleks adalah tetap berdiri tegak dan hidup dengan ciri khas yang melekat, jangan tergiur oleh arus perubahan. Berikan romantisme kota untuk selalu kau suguhkan kepada para tamu pendatang, jangan biarkan orang atau kelompok luar mengubah identitasmu. Biarkan namamu selalu dikenang dengan keramahan dan keindahan. Pelabelan yang sangat pantas kau dapatkan. Mungkin cukup sekian kenangan yang dapat saya aplikasikan melalui media tulisan ini. Mohon maaf jika banyak kesalahan dan ketidaksesuaian etika atau konsep penulisan. Karena saya masih pemula dan sedang belajar. Mohon kritik dan saran juga agar kedepannya saya dapat membagikan tulisan saya, baik cerita atau pemikiran. Besar harapan saya untuk pembaca semoga dapat menikmati tulisan saya ini. Serta termotivasi untuk berkeinginan singgah dan mengunjungi Kota Semarang. Akhir kata, Terimakasih.   




Kita #1

Kita merupakan cerita yang panjang untuk menjadi kisah.  Juga cinta yang pernah begitu berwarna dalam hidupku.  Mengenalmu adalah kebahagiaa...