Kita merupakan cerita yang panjang untuk menjadi kisah.
Juga cinta yang pernah begitu berwarna dalam hidupku.
Mengenalmu adalah kebahagiaan yang belum tentu bisa aku tukarkan oleh apapun.
Semula kita adalah dua insan yang identik dengan kata saling dan corak kesamaan lainnya. Saling berbagi dan banyak hal yang jelas tak mudah ku dapatkan pada perempuan lain. Pun tanpa sengaja kita pernah saling memberi harap.
Namun kini, kita tetaplah kita. Semua tetap sama, tetapi ada rona yang berbeda. Dan kini baru ku sadari, kita yang sekarang telah menjadi asing. Entah siapa yang berniat, mungkin saja aku, yang dulu pernah khilaf. Atau bisa saja kamu, yang memang hendak memanfaatkan momentum.
Ah entahlah, yang jelas kita yang sangat dekat dulu, adalah kita yang aku rindukan sekarang. Jauh dari ego dan prinsip yang berlawanan. Meskipun begitu, aku masih tak menganggap itu benci. Sulit aku mengatakan kamu adalah orang terjahat. Sebab bagaimanapun juga, kamu yang sudah banyak berkontribusi untuk aku bisa sampai pada titik ini sekarang.
Seorang bidadari yang begitu berarti.
Dalam perjalanan hidup ini.
Sekali lagi.
Terima kasih, Kekasih.