Selamat membaca.
Jika berkenan silahkan bisa membantu dengan memberikan saran dan kritik
konstruktif. Sebab akan sangat berarti bagi kelanjutan karya serta untuk bahan
evaluasi penulis ke depannya. Harapannya semoga pembaca suka dan dapat bermanfaat.
Tulisan “KITA DAN KENANGAN PART 1” terdiri dari Prolog, Awal untuk sembuh,
Melampiaskan, Adaptasi, dan Menyatukan frekuensi kembali.
Prolog
Dahulu sewaktu senja tiba, seringkali kita melepaskan
penat dengan berjalan-jalan. Aku yang mengendarai dengan dia dibelakang ku.
Masih berbekas pelukan yang hari itu tampak mustahil terlepas. Begini sekiranya
penggalan coretan yang tepat untuk kita kala itu,
Angan
menyapu segala ingatan
Tentang
sebuah alunan nada yang pernah kamu nyanyikan
Atau
tentang suratan kegelisahan
Tatkala
pecundang ini luput dari sebuah kegagalan
Seketika
kamu hadir dengan kesabaran
Pelbagai
cara kamu hiburkan
Hanya
untuk manusia yang katamu tampan
Masih
ingatkah sore itu ditengah taman
Kita
bersua disamping tukang sapu jalan
Mungkin
ketika aku ucapkan “sayang”
Sembari
kening yang bersih itu ku berikan ciuman
Dengan
kamu mengucapkan,
“Tak
apa semua tidak hanya tentang kesuksesan”
Lalu
mengapa sekarang kamu membuatku terpuruk oleh kenangan.
Awal Untuk
Sembuh
(Sudut pandang penulis) Selepas hari itu segalannya
terasa menjadi lebih baik. Benar kata salah seorang sastrawan, untuk
menyembuhkan sakit (hati) kamu hanya perlu menuliskannya. Tidak perlu
bertengkar dengan perasaan. Konflik batin yang kamu ciptakan tidak rumit. Semua
hanya butuh memaafkan dan dimaafkan. Apalagi jika kamu sudah berdamai dengan
sosok pemicu api konflik tersebut. Pada akhirnya semua hanya meninggalkan kata
‘ikhlas’.
Kamu mengetahui luka yang diberikan oleh salah
seorang yang pernah kamu sayang tak akan abadi, sebab sedalam atau sesakit
apapun akan bertemu waktunya untuk pulih. Mungkin dengan kamu membiasakan kata
ikhlas dalam keseharianmu atau bisa juga dengan menerima dia didalam cerita
hidupmu akan sembuh sendirinya. Dengan mengukir dia dalam ruang hati dan
ingatan, mungkin bisa membuatmu terluka, akan tetapi itu sudah menjadi sejarah
hidup yang tak boleh menyerang atau menyakitimu. Kendalikan kenangan tersebut
agar dapat memberikan nuansa indah tersendiri bagi hidupmu. Yang pasti selama
kamu menyimpannya dengan baik maka luka tak akan beraksi kembali di imajinasi.
Sembuh itu mudah, selama kamu ingin memulainya. Kamu
bisa dapatkan itu jika sudah bersepakat dengan diri sendiri supaya luka tak
menyebar kemana-mana. Memulai melakukan aktivitas yang baru dan positif, itu
dapat menyenangkan diri sendiri. Terlebih jika ada yang membantu atau
mendorongmu melakukan hal baru tersebut. Dukungan orang sekitar untuk sembuh
lebih baik daripada hanya terdiam dan menangisi keadaan. Lalu kamu bertanya, cara
meredam rasa sakit dimasa lalu tidak akan sembuh jika hanya dengan teori belaka
kan. Iya, benar tepat sekali. Cara meredamnya adalah dengan kamu melakukan
praktiknya secara langsung. Selain itu, kamu boleh berkegiatan di lapangan yang
cenderung bisa membantu kamu mengolah pikiran buruk atas kenangan tersebut.
Selagi masih bisa diperbaiki maka kamu harus optimis untuk tetap yakin bahwa
rasa sakit akan segera hilang.
Melampiaskan
Pernah terlintas dibenak bahwa cara terbaik
melupakan dengan mencari kembali. Namun, apakah hasil tidak akan berujung sama?
Coba pikirkan ulang, jika kamu mendapati kejadian yang sama terulang kembali.
Bukankah hasilnya akan semakin menyakitkan. Analogi seperti ini, ekspetasinya berharap
sang lubang akan tertutup, tapi justru malah akan memperlebar ukuran lubang
tersebut. Lantas perasaan bukan untuk dimainkan bukan. Jika kamu
melampiaskannya kepada orang lain dan kamu merasa tidak nyaman atau tidak
sesuai ekspetasimu, namun orang yang kamu lampiaskan merasa bahagia dan nyaman
bersamamu. Pada akhirnya dia akan merasa kehilanganmu jika kamu tidak membalas
perasaannya atau bahkan kamu meninggalkannya. Cukup egois bukan? Coba pikirkan
kembali. Jangan sampai yang maksud dan niat mu baik terhadap diri sendiri malah
menyebabkan orang lain terugikan dan kecewa,
Kamu meyakinkan bahwa semua bak-baik saja. Demi
mendukung pernyataan tersebut, kamu rela membawa embel-embel Teman. Padahal
seharusnya kamu paham, teman ada batas yang tak membawa-bawa instrumen
perasaan. Pikirmu dia akan tenang dan tak terpengaruh retorika cintamu, itu
salah. Yang sesungguhnya terjadi dia tergiring pada obsesinya untuk
mendapatkanmu. Silahkan kamu berargumen demikian dengan melawan hati dan
perasaanmu. Tapi asal kamu tahu, tidak semua orang terbiasa dengan hubungan
yang tiba-tiba datang, intens, lalu hilang begitu saja. Sedangkan kamu masih
yakin dia tetap tidak terluka atau normal. Padahal kenyataanya sangat mustahil,
jika dia bukan orang yang acuh.
Seyogyanya jangan kamu memberi harapan kepada orang
lain, meskipun motif yang kamu lakukan tak seperti yang orang lain tersebut
pikirkan. Karena terkadang rasa cinta muncul akibat kenyamanan yang didapat,
sehingga apa yang terkadang kita kehendaki demikian akan berbeda hasil dengan
realitasnya. Supaya hal tersebut tidak menjadi salah paham, diawal bisa kamu
yakinkan bahwa hubungan dekat ini hanya sebatas teman, tidak lebih dan tidak
juga kurang. Anggapan mendasar tersebut bisa kamu beritahu ke dia, tapi dengan
bahasa atau hal yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaannya. Lebih pantas
lagi ketika kamu tidak sering menggoda atau bahasa trennya ‘gombal’ kepadanya.
Memang dengan hadirnya orang baru dapat membuat luka
menjadi pulih, namun yang perlu di ingat, acapkali kamu sebagai orang yang
tersakiti menjadi terbawa suasana atau meniru kebiasaan orang yang menyakitimu
dahulu. Hal tersebut bisa dilampiaskan kepada orang baru di hidupmu. Kondisi
ini berada dibawah alam sadarmu. Harapannya kamu dapat dengan bijak mengontrol
kondisi yang sedang kamu jalani sekarang, agar tak ada korban baru yang salah
tangkap maupun salah menilai perasaanmu padanya.
Adaptasi
Secara pemikiran yang luas, kamu pasti menyadari tak
ada yang lebih buruk dari sekedar menjadikan orang lain kelinci percobaan atau
pelampiasanmu. Dengan sudut pandang universal membuat kamu menjadi lebih bijak
pasca kecewa dan patah hati. Kamu tidak akan mencoba orang lain untuk merasakan
sakit yang sama dari kejadian pernah kamu alami. Ada dorongan untuk menjadi
lebih kuat dan tegar atas sakit yang kamu rasakan. Terutama bila ada orang baru
yang mampu mengisi hari-harimu.
Sosok baru yang mengisi hari-hari barumu sekarang
bukan datang tanpa alasan, semua sudah menjadi skenario dari yang maha kuasa.
Hingga kamu tak mampu pungkiri pertolongan Tuhan bisa datang darimana saja.
Termasuk orang baru entah sebagai calon teman dekat maupun calon pendamping
hidup. Yang pasti harapan dari dalam lubuk hatimu dia tidak menjadi
mantan-mantan berikutnya. Terkadang sesuatu yang tak masuk akal bisa menjadi bonus
kebahagiaanmu, seperti suatu yang tak disangka inilah yang ternyata merupakan
hasil terbaik yang Tuhan berikan padamu.
Adaptasi merupakan suatu proses transisi dari posisi
yang sebelumnya tersakiti perlahan kembali menemukan titik terang
kebahagiaannya kembali. Pikiran dan suasana hati kembali terbuka dan indah.
Demikian juga dengan kehidupan yang kembali bergairah. Ada dorongan semangat
untuk membuktikan bahwa kamu bisa hidup tanpanya yang pernah menyakiti, dan
lebih menjadi orang yang berdikari. Pendirian dan prinsip kian teguh, seperti
tak akan patah lagi. Itu adalah titik kebangkitanmu dari segenap rasa sakit
akibat kecewa dan patah hati.
Saat ini ada beberapa opsi yang bisa kamu perankan,
layaknya menjadi pendengar yang setia atau pembicara yang baik. Kamu sedang
menyesuaikan diri dengan sosok baru, jangan mengulang kembali kesedihan yang
pernah terjadi. Mencoba mencari celah nyaman padanya. Juga berharap supaya kamu
dan dia dapat mengukir kisah yang indah. Luar biasa !! Ada sekelumit cita-cita
baru dengan dia. Pasti banyak orang yang ingin mengetahui hubungan barumu
tersebut. Tapi tenang, ini baru pendekatan sudah jelas arahnya belum pasti
persentase ketercapaiannya. Kamu hanya perlu menjalani dengan ikhlas tanpa
perlu menengok kembali ke belakang. Biarlah luka itu tertutup dengan
sendirinya. Nantinya jika jodoh kamu akan bahagia tentunya dengan dia sebagai
orang baru yang beruntung bisa memenangkan hatimu.
Hal yang kerap terjadi adalah ketika kamu sedang
kecewa, sedih, down, dan sebagainya, kamu terlalu mudah untuk pesimis dan
merasa gagal atas semuanya. Tapi tanpa kamu sadari Tuhan sudah memberikan alur
yang terbaik untukmu. Dari yang pertama terjatuh, dikecewakan, dan merasa gagal
sampai bisa bangkit kembali, didalam setiap masalah atau kesulitan selalu
terselubung jalan yang membuka kesuksesan dan menciptakan intuisi senang serta
ceriamu. Kesempatan yang harus tetap selalu disyukuri, kendalanya adalah sering
kamu terlanjur berduka dalam kesedihan, tanpa mau mencari solusinya.
Menyatukan
frekuensi kembali
Proses belajar yaitu dengan saling memahami dan
mengenali karakter masing-masing antara kamu dan dia sebagai orang baru dapat
mensinkronisasikan emosi. Jika emosi diantara kamu dan dia sudah terbangun akan
dipastikan timbul rasa nyaman, baik kamu ataupun dia. Dari kenyamanan inilah yang akan membuat
mudah kehidupan baru bagi kedua calon pasangan. Berkah yang fantastik apalagi
jika kamu sudah dapat menjinakan ingatanmu terhadap luka yang diberikan mantan.
Bukan persoalan yang rumit berdialektika perasaan jika sudah mencapai tahap
tersebut. Untuk mencapai satu frekuensi tidak akan sulit, sebab kamu sedang
dalam adaptasi kebiasaan baru kepadanya, begitupun sebalinya.
Kata sebagian besar orang paling indah masa
pendekatan, dimana ada dua orang yang baru mengenal dan ingin berjuang untuk
menyatukan perasaan, frekuensi, dan tindakan. Saya sebagai penulis sepakat
untuk mengatakan ungkapan tersebut benar. Karena kebanyakan dari manusia
memiliki penasaran tingkat tinggi kepada hal baru yang dia sukai, mulai dari
barang atau orang. Tidak heran jika masa yang dibilang berbunga-bunga tiba saat
manusia terjatuh pada pandangan pertama.
Pada
tahap memulai frekuensi kembali dengan orang baru hal yang kamu butuhkan yaitu
kesabaran dalam menanti proses, pasrahkan pada waktu mau dibawa kemana hubungan
barumu. Yang jelas kamu sudah siapkan diri supaya layak untuk menjalin hubungan
kembali, entah akan jodoh atau tidak yang penting jangan mudah memberikan label
gagal pada diri sendiri. Terus asah dan percaya diri, karena dengan hal positif
yang sedang kamu usahakan itu akan membawa kenyamanan diri sendiri untuk
bercakap dan berkomunikasi. Tidak mudah gugup, kehabisan topik pembicaraan, dan
diam. Semuanya akan berjalan mengalir.
Dalam
menyatukan frekuensi, diawal kamu boleh coba memahami apa kesukaan dan
ketidaksukaan calon pasangan barumu. Tapi sebelum masuk kesana, pastikan kamu
benar-benar mengenali karakternya. Sebab dengan paham karakter aslinya, kamu
hanya butuh mengetahui apa yang menjadi kegemarannya dan mengetahui batasan
kekurangan atau kelebihan antara dia maupun kamu. Agar kalian dapat saling
melengkapi dan membantu mengatasi masalah satu sama lain. Memperbaiki diri
dibantu dengan pasangan pastinya menjadi lebih mudah. Upaya yang harus dibangun
tidaklah sulit, cukup mengalir, pergunakan etika sopan santun, dan juga dengan
obrolan ringan yang tentunya dia tak menyadari.
Sebisa
mungkin hindarkan ucapan langsung maupun tidak langsung frontal, lebay
kepadanya, karena seringkali kita masih terbawa kebiasaan bergaul dengan yang
lama menggunakan bahasa yang sudah sangat lepas alias frontal, hingga kita
membiasakan pada orang baru. Itu kurang tepat, jika ingin frontal pastikan dia
tidak tersinggung, terbiasa juga, dan lihatlah gaya komunikasi maupun
ekspresinya. Tidak semua orang bisa kita sama ratakan dalam bergaul, pintar
beradaptasi adalah solusinya, dengan kamu mengenali karakternya pasti akan
terhindar dari kesalahpahaman. Mungkin sedikit banyak kamu harus ‘jaga image’,
‘jaga marwah’ kepada orang baru tersebut, sebab penilaian yang paling utama
adalah diawal perkenalan dan tahap pendekatan. Berisiko bila kamu tidak bisa
menjaga atau mengontrol diri pasca memutuskan menjalani hubungan dekat.
Urusan
komitmen, hal mudah yang terpenting kamu dan dia sama-sama yakin ingin mengenal
lebih dalam antara satu sama lain. Selain itu, dalam hubungan apapun
konsistensi sangat diperluhkan. Jangan sampai kamu hanya sebatas penasaran
diawal, lalu kamu tinggalkan begitu saja. Jika begitu namanya sama saja dengan
pelampiasan. Kesalahan dari kebanyakan orang yang gagal memulai hubungan baru
adalah masih suka terbawa rasa sakit hati atau kecewa dengan pasangan sehingga
ada indikasi meniru yang dilakukan pelaku padanya kepada orang baru seperti
yang sudah dijelaskan diparagraf sebelumnya. Juga terlalu nyaman dengan zona
pertemanan karena dia belum pernah menjalin hubungan serius dengan orang lain.
Dengan kamu saling melengkapi dan mencoba mengetahui
lebih jauh tentang diri calon pasangan barumu akan dengan sendirinya rasa
nyaman hadir. Selanjutnya tinggal waktu dan tempat yang mengeksekusi keduanya
menjadi hubungan lebih serius. Yang dimaksud waktu dan tempat adalah tingkat
seringnya kamu berpergian ataupun menjalin komunikasi jarak jauh (chat)
dengannya. Nanti dengan berjalannya waktu skala prioritas antara kamu dan dia
juga tercipta. Kamu akan menjadikan dia prioritasmu maupun sebaliknya. Dengan
demikian proses penyatuan frekuensi akan berjalan sukses, hal yang perlu
diingat adalah tunjukan sisi baikmu terlebih dahulu, dan jaga diri agar
terlihat berkelas untuk dia sukai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar