Jumat, 28 Agustus 2020

Dapatkah Kita Dekat Kembali




“Assalamualaikum, Bi” (Kalimat pembuka)

Halo kawan-kawan. Bagaimana kabarnya? Semoga kita semua dapat selalu diberikan kesehatan dan keselamatan, serta dijauhkan dari pandemi ini. Yaps.. Setelah sekian lama, saya tidak berdialektika kembali dengan tulisan dalam blog pribadi ini.

Semoga saya, kamu, dan kita dapat selalu ceria, dan diberikan kesabaran dalam menghadapi hidup ini. Juga selalu berdoa untuk dapat kuat melewati masa-masa pandemi ini.

Sebelumnya saya akan memberitahu, ini hanya tulisan biasa, dan didalamnya akan terdapat banyak motif dari sudut pandang (tokoh) “saya”, yang mungkin akan mengakibatkan multitafsir. Di dalamnya juga terdapat harapan, dan sedikit keluh kesah dari saya pribadi, yang hingga kini entah saya pribadi “bingung” mau dikategorikan tulisan apa.

Yang jelas dari alur, sudut pandang dan tokoh “saya bukan menggambarkan atau menceritakan orang lain. Jika ada kesamaan hanya kebetulan. Interpretasi dari saya pribadi.

Kalian paham tidak, mengapa seseorang mudah datang dan pergi dalam kehidupan ini, maknanya ini luas loh.., namun tidak begitu rumit untuk dipahami (jangan memahami hanya sebelah mata nanti kayak keadilan dong).

“Ups…Hadeuh ngape kesono-sono”

Iya, saya pun heran, hati sulit ditebak pula ketika mengenal beragam “karakter” yang menghampiri diri (ini bukan berarti saya sok perfect ya, tapi berbicara kehadiran dan kepergian orang lain secara umum).

Ada yang pergi dan datang dengan “rasa” yang berbeda. “Lha kok bisa” entah lah, saya juga masih memahami,  “rasa” pada konteks ini lebih menjurus kemana. Hati kecil saya mengatakan bahwa rasa adalah kondisi nyaman kita pada seseorang tersebut atau lawan komunikasi kita.

Akan tetapi, pikiran saya juga menegaskan yakni ikatan emosional yang sudah merebah keseluruh jiwa, sehingga apa yang muncul dalam diri adalah rasa “suka” atau “tidak suka”. Sudah ada pelabelan tersendiri, tapi cukuplah, fokus pembahasan kita bukan disitu.   

Langsung saja “to the point” kehilangan seseorang yang membuat nyaman merupakan hal besar yang sangat menyakiti, seolah segala “rasa” dalam diri digerogoti, anggap saja seperti kehilangan nafsu atau gairah. “Sepakat atau tidak??”

Saya tidak bisa pungkiri, saya menyadari betul jikalau saya salah dalam beberapa hal hingga menyebabkan beberapa orang pergi. Saya sempat memberontak dengan emosi begitu tinggi. Sebab saya tak bisa menerimanya.

Ketika sudah bersusah payah membangun relasi, kedekatan emosional dengan orang lain. Atau bahkan membuka komunikasi yang lebih luas dan prospeknya jauh kedepan, namun tanpa disangka karena hal sepele yang terkadang sering diabaikan hubungan baik dengan seseorang dapat memudar.

Bahkan saya paham, dan mungkin kalian semua merasakan hal yang sama, ketika hubungan dengan teman, pacar, mantan, saudara semakin jauh, disebabkan karena kelalaian kita dalam “memanage” diri kita, menjadikan kita pribadi yang bijak dalam bersosialisasi.

Sampai pada titik saya mulai mengakui, “keegoisan, serakah, ambisi, tempramen, sombong, angkuh, kasar”, hal-hal tersebut yang seakan menghancurkan segalanya. Apapun yang sedang saya bangun tatkala saya tak mampu mengontrol diri maka akan menjatuhkan diri saya sendiri, dan menjauhkan dari circle persekawanan.

Iya.. Saya buruk, saya cukup angkuh, egois, ambisi, dan ragam penyakit hati lainnya. Karena hal itu jembatan penghubung menjadi renggang. Tapi itu semua sudah terjadi bukan, saya harus melangkah lebih baik dan bijak kedepannya.

Jadi saya mengharapkan bahwa kamu yang sedang tersakiti atau merasa kecewa, dapatkah kita kembali bersama, menjalin hubungan baik, atau sekedar bercerita panjang-lebar kembali. Kita bersua, melupakan segala kesalahan masing-masing, serta selalu beri support terbaik, agar dapat mewujudkan impian kita kembali.

Terimakasih atas waktu dan tenaganya dalam menyempatkan diri membaca tulisan ini, tulisan yang sebenarnya saya tuju kepada kawan-kawan saya. Semoga dapat bermanfaat. Jika penasaran dan banyak pertanyaan bisa menghubungi saya melalui kolom komentar atau japri aja ya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kita #1

Kita merupakan cerita yang panjang untuk menjadi kisah.  Juga cinta yang pernah begitu berwarna dalam hidupku.  Mengenalmu adalah kebahagiaa...