KOTA SEJUTA PESONA
Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)
Oleh : Abi Priambudi (Mahasiswa Santuy)
Tatkala belum bisa mengunjungi suatu kota atau
daerah yang pernah saya singgah, saya terbiasa dengan mengintepretasikan sebuah
kota tersebut melalui tulisan, hal tersebut dapat mendorong saya untuk
merefleksikan diri sendiri. Lebih dari itu, juga menjadi salah satu alasan dari
rasa syukur terhadap pesona dan daya tariknya yang disuguhkan kepada saya.
Sebelumnya, Saya adalah pemuda dengan usia diatas 20 tahun, dengan status
sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu kampus
perguruan tinggi negeri di kota yang saya sebut dengan Kota Sejuta Pesona.
Ketika mendengar istilah pesona pasti yang
terbayang di benak adalah estetika, cantik, terdapat daya tarik. Maka bila
sebuah kota di identifikasi dengan kata ‘pesona’ artinya suatu wilayah yang
memiliki mahakarya, ditambah dengan satuan ‘sejuta’. Begitu besar daya tarik
dari kota tersebut. Seperti sebuah magnet yang memiliki gaya tarik menarik
ketika berada pada kutub yang berbeda atau berlawanan. Langsung saja saya
persembahkan istilah ‘kota sejuta pesona’ dengan nama ibukota di wilayah Jawa
Tengah yakni Kota Semarang.
![]() |
Malam yang penuh historis, candu makna yang terkias.
|
Banyak dari mereka yang mengatakan, “Apa yang ada di Semarang ?,
Apa yang membuat Semarang terdengar istimewa ?.” Saya katakan, "Coba saja
anda kunjungi". Alangkah terkejutnya pasti. Pertama anda tiba, silahkan
lihatlah sekeliling, saya berikan jaminan bahwa anda akan merasa betah dan
nyaman disini. Konsep keistimewaan yang sederhana seringkali mampu memberikan
potret kesan yang abadi.
Ketika Anda Tiba
Menginjakan Kaki Sebagai Momen Perdana
Pertama Kelopak Membuka Mata
Menatap Seluruh Penjuru Kota
Sembari Indera Memenuhi Intuisi Rasa
Jangan Bilang Anda Tertegu Derita
Sebab Keceriaan Dan Penasaran Akan Menyapa
Merambah Kesan Pesona Pada Pandangan Pertama
Suatu Romantisme Beragam Warna
Dengan Corak Plural Kota Se-isinya
Namun Tatkkala Mereka Sibuk Berdinamika
Anda Memotret Pengalaman Dengan Ceria
Suguhan Menarik Siap Menjatuhkan Diri Anda
Bak Terdampar Ke Dunia Surga
Yang Acapkali Tergiur Pesona
Atmosfer Toleransi Yang Begitu Kental Adanya
Anda Bisu Tidak Mampu Tuk Mendeskripsikan Rasa
Sebuah Mahakarya Terbaik Dari Sang Pencipta
Coretan diatas merupakan sedikit intepretasi
dari rasa bersyukur saya bisa menetap dan menjadi bagian dari Kota ini. Kota
tersebut juga menjadi kota rantau kedua saya. Tujuan utama datang ke Kota
Sejuta Pesona bukan perkara ‘dolan’. Namun untuk mendapat ilmu dari bangku
akademis. Melanjutkan pendidikan di kota orang memang bukan pilihan mudah.
Perkara belajar berani, mandiri, dewasa adalah tujuan yang termakhtub dalam
prinsip hidup. Anda hidup di kota ini sebagai perantau, yang mana urgensinya
bukan hanya untuk mendapat hal baru. Namun lebih kearah persoalan mengenai
tantangan. Tantangan dari segala hal, anda harus siap menghadapi godaan,
kesenangan dan kesulitan, Yang jelas hal tersebut bukan perkara mudah. Butuh
mental tangguh pemberani dan pejuang untuk meneruskan cita-cita dan menggapai
mimpi. Segala jerih payah, suka dan duka, polemik kehidupan dari yang ringan
hingga berat tentu saja menjadi implementasi tanggung jawab dari seorang anak
perantau.
Keramahan penduduk akan menyambut setiap
pelancong atau perantau yang mencoba menikmati kota Semarang. Kota
semarang merupakan Ibukota dari provinsi Jawa Tengah, juga menjadi kota
metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Kota semarang juga terhitung sebagai
kota berkembang di pulau Jawa. Sebab terdapat banyak industri, gedung pencakar
langit, pusat perbelanjaan, pusat perdagangan di Jawa Tengah yang juga
menunjukan eksistensinya sebagai kota berkembang, serta peran strategis kota
Semarang sebagai penunjang roda perekonomian nasional. Kemajemukan penduduknya
menyebabkan sejak dahulu kota semarang terkenal sebagai kota yang memiliki
penduduk menjunjung toleransi. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat beragam
etnis, ras, agama di kota Semarang. Bahkan ada komplek pemukiman masyarakat
Tionghoa yang notabenenya adalah penduduk non pribumi tapi dapat diterima baik
di Semarang. Penduduknya bisa menerapkan nilai-nilai dari Pancasila dan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan baik. Sebab di Kota ini selalu damai
dan hidup harmonis antar masyarakatnya, jarang sekali konflik sosial antar
kelompok atau golongan. Jika berbicara tentang keragaman budaya. Kota ini
memiliki ragam sosial-budaya yang menciptakan entitas baru. Pergolakan budaya
juga turut menciptakan akulturasi budaya baru. Contohnya ada di bidang kuliner
khas kota Semarang, apalagi jika bukan Lumpia. Lumpia Semarang merupakan
kuliner hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Ada transformasi bahan yang
sebelumnya berisi daging babi berubah menjadi rebung, daging sapi yang banyak
digunakan sekarang. Kemudian ada hasil akuturasi budaya yang cukup unik dan
tersusun atas tiga etnis utama, yakni Etnis Jawa, Arab (Timur Tengah),
Tionghoa. Ketiga etnis yang juga hidup rukun dan berdampingan di Kota Semarang.
Masyarakat Semarang biasa menyebutnya dengan Warak Ngendog. Warak Ngendog
digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kepala menyerupai naga dengan empat
kaki dan badan yang menyerupai Onta. Ini memberikan gambaran akan peleburan
berbagai etnis yang dahulunya merupakan pendatang hingga sekarang menjadi
penduduk Semarang. Tidak pernah ada habisnya berbiacara tentang keragaman dan
sikap toleransi dari penduduk dan lingkungannya. Banyak hal yang bisa dipetik,
tentang sikap menghargai sesama. Seharusnya hal tersebut dapat terus tumbuh dan
berkembang di Semarang, ciri itu yang diharapkan dapat selalu di sematkan untuk
Kota Lumpia ini.
Pelbagai kenangan bisa anda dapatkan di kota
ini, termasuk segala dinamika percintaan. Rupa kota yang begitu eksotis mampu
menambah romantisme kehidupan anda disini. Segala objek kota akan terekam
dengan begitu sempurna oleh salah satu indera vital anda. Bagaimana mungkin
suguhan menarik tidak merambah kesan nyaman. Banyak destinasi wisata yang dapat
dijadikan tempat pelarian ketika jenuh menganggu. Candu akan segala suguhan
alam dari kota ini begitu memikat. Kota yang terkenal dengan ragam corak
wisata. Mulai dari pantai, kota ini memiliki beberapa pantai diantaranya,
Pantai Marina, Pantai Maron, Pantai Baruna, ataupun kawasan pemukiman Tambak
Lorok yang terletak di sebelah Pelabuhan dan pinggir dermaga. Lalu, jika ingin
mengetahui spot wisata yang sejuk, tentunya anda dapat mengunjungi Kawasan
Bandungan, Sumowono, Gunung Ungaran, dan masih banyak lainnya. Beberapa wisata
alam terkenal dan viral yang dapat anda kunjungi ketika berlibur kesini adalah
Candi Gedong Songo, Ampel Gading, Perantunan, Bantir Hills, Watu Gunung, Puri
Maerokoco, Brown Canyon, Umbul Sidomukti, Goa Tira Mulya, Kebun Teh Medini,
Curug Lawe, Curug Benowo dan masih banyak lainnya. Tempat-tempat tersebut masih
memiliki akses yang tidak terlalu jauh dari Kota Semarang
Secuil keharmonisan di kota ini dapat kita
lihat dari bukti peninggalan beberapa tempat Ibadah yang terkenal dan beragam.
Tempat Ibadah tersebut dapat dijadikan sebagai sarana wisata religi. Beberapa
diantaranya yaitu Klenteng Sam Po Kong, Masjid Agung Jawa Tengah, Candi Tugu
atau Candi Gedong Songo, Gereja Bleduk, dan Pagoda Buddhagaya. Akulturasi
budaya juga tampak pada corak bangunan-bangunan rumah ibadah tersebut,
diantaranya yang terdapat di Sam Poo Kong, Masjid Layur di Kawasan Kota Lama,
Gereja. Di balik itu semua mengandung unsur historis yang tinggi. Ada daya
tarik tersendiri ketika berbicara tentang aspek arkeologis. Jika menilik ke
belakang, keberagaman agama di Semarang tak lepas dari peran bangsa asing yang
masuk ke Semarang. Para pemuka agama setempat juga sepakat dengan menjadikan
tempat-tempat tersebut sebagai sarana edukasi, ibadah, dan rekreasi. Masyarakat
juga tertib dan taat akan norma dan aturan-aturan yang berlaku di komplek
bangunan ibadah. Selain sebagai ajang promosi, konsep wisata religi di nilai
mampu mendapat keuntungan dan pemasukan yang nantinya akan dikelola oleh pihak
terkait.
Selain itu, ketika kita berbicara tentang
romansa kenangan akan menjadi multi tafsir. Pada konteks, keragaman penduduk,
agama, budaya, wisata alam tadi sudah kita bahas. Tampak kurang dan akan tampak
seru, tatkala kita berbincang tentang suasana malam kota ini. Jangan bingung
untuk mengunjungi tempat-tempat asik di kota ini pada malam hari. Sebab banyak
lokasi yang menyuguhkan daya tarik nya masing-masing. Saya sebutkan beberapa
tempat yang wajib para pelancong kunjungi, yaitu ada Kota Lama, sebuah lokasi
yang bernuansa barat serta menyuguhkan bangunan-bangunan yang replikanya
bercorak peninggalan Belanda. Selanjutnya, terdapat Mawar Camp Area, yang
lokasinya berada di kaki Gunung Ungaran, tempat basecamp pendakian, suasana
malam yang begitu sejuk disana didukung dengan pernak-pernik lampu kota
dikejauhan bak anda di puncak gunung. Kemudian, anda membutuhkan wisata kuliner
yang ramai dan penuh keceriaan, di Semarang terdapat beberapa tempat yang dapat
menyuguhkan itu yakni, Kawasan Peleburan, Pasar Semawis, Kawasan kuliner di
Sepanjang Simpang Lima, Waroeng Kali Garong, maupun Angkringan-angkringan di
pinggir Kota. Serta masih banyak lainnya tempat-tempat restoran, cafe,
angkringan, burjo, kedai yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Harapannya untuk Kota Semarang yang seorang
penulis tafsirkan dengan begitu hebat dan kompleks adalah tetap berdiri tegak
dan hidup dengan ciri khas yang melekat, jangan tergiur oleh arus perubahan.
Berikan romantisme kota untuk selalu kau suguhkan kepada para tamu pendatang,
jangan biarkan orang atau kelompok luar mengubah identitasmu. Biarkan namamu
selalu dikenang dengan keramahan dan keindahan. Pelabelan yang sangat pantas
kau dapatkan. Mungkin cukup sekian kenangan yang dapat saya aplikasikan melalui
media tulisan ini. Mohon maaf jika banyak kesalahan dan ketidaksesuaian etika
atau konsep penulisan. Karena saya masih pemula dan sedang belajar. Mohon
kritik dan saran juga agar kedepannya saya dapat membagikan tulisan saya, baik
cerita atau pemikiran. Besar harapan saya untuk pembaca semoga dapat menikmati
tulisan saya ini. Serta termotivasi untuk berkeinginan singgah dan mengunjungi
Kota Semarang. Akhir kata, Terimakasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar